oleh

Cucu Mbah Priok Meninggal, Dikawatirkan Pengikutnya Terjadi Perebutan Lahan-Aset

JAKARTA– Habib Abdullah bin Abdurahman Alaydrus atau Habib Sting, meninggal dunia pada 6 Juli 2021 lalu. Salah seorang cucu Habib Hasan Alhaddad atau Mbah Priok itu, dimakamkan dengan cara tertutup dan tanpa memberitahukan saudara kandung maupun keluarga besar almarhum, yaitu keturunan Alaydrus dan Alhadad.

“Hal tersebut, secara jelas menandakan masih ada konflik internal di lingkungan kompleks makam keramat Mbah Priok antara Habib Sting dan adiknya Habib Ali selama ini belum terselesaikan,” kata salah seorang pengikut Habib Sting, Rabu (4/8).
Buntut dari meninggalnya Habib Sting, juga menyisahkan beberapa permasalahan dan kekhawatiran. Terutama dari pengikut Habib Sting.

“Seperti adanya isu pengusiran pengikut Habib Sting dari kawasan Mbah Priok dan penguasaan aset yang selama ini dikelola oleh almarhum,” ujarnya.

Kekuatiran tersebut dinilai beralasan, karena selama Habib Sting mengelola makam keramat, terhitung dari tahun 2017 beberapa konflik seperti keributan antara pengikut kerap terjadi.

Mulai dari gara-gara perebutan kutipan parkir, berbalas fitnah dan intimidasi, hingga perusakan aset/bangunan yang ada di kompleks makam. “Konflik internal ini terus berlarut-larut dan tidak dapat diselesaikan oleh keluarga besar Habib maupun pemerintah setempat,” ungkapnya.

Adapun berdasarkan surat wasiat, istri Habib Sting mengklaim telah mendapatkan amanah dari almarhum untuk melanjutkan pengelolaan makam Mbah Priok. Sedangkan masing-masing pengelola telah membuat yayasan yang tercatat di Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan HAM, serta mengklaim sebagai pengelola yang berhak atas kegiatan dan aset di kompleks makam. (rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *