POSKOTA.CO – Belasan pengendara sepeda motor berjatuhan saat melintas di ruas Jalan Raya Otonom Cikupa, Pasar Kemis. Penyebabnya diduga akibat ceceran tanah merah yang diangkut truk yang hilir mudik ke dalam area pabrik PT Federal Food Internusa (FFI).
Ironisnya, tanah merah yang tumpah di ruas jalan dibiarkan begitu saja. Hal ini diperparah hujan yang turun, kemudian menyulap tanah menjadi genangan lumpur. Alhasil, jalanan pun menjadi licin, hingga mengakibatkan pengendara yang melintas harus mencium basahnya aspal bercampur lumpur.
H Iwan tokoh masyarakat Desa Telagasari RT 8/2, Kecamatan Cikupa mengatakan, mengaku prihatin dengan sikap pemilik pabrik yang tidak mempedulikan penggunaan jalan.
“Saya dan warga dua jam di sini sudah 17 kali kecelakaan lalu lintas dan kebanyakan yang jatuh perempuan lagi,” kata H Iwan, Sabtu (31/10/2020).
Menurutnya, ceceran tanah yang telah mengotori aspal itu dibawa oleh truk-truk tanah yang sedang mengerjakan proyek pengurugan lahan untuk mendirikan sebuah pabrik. Sayangnya, pihak pabrik terkesan acuh dengan kondisi tersebut.
“Ya, pengennya dibersihin apalagi ini musim hujan yah. Jangan berceceran kaya gini kalau hujan jalanan jadi licin, kotor, rawan kecelakaan juga jadinya,” cetusnya.
Sementara, Ilhamsyah (34), salah seorang pengendara yang tengah melintas mengatakan, selain rawan kecelakaan kondisi jalan yang penuh oleh ceceran tanah itu membuat arus lalu lintas menjadi tersendat. Pasalnya, para pengendara harus menurunkan kecepatannya agar tidak tergelincir.
Terlebih, pada pagi dan sore hari ruas Jalan Raya Cikupa, Pasar Kemis itu cukup padat oleh lalu lalang kendaraan baik roda dua dan roda empat, maupun kendaraan-kendaraan besar milik pabrik sekitar.
“Ya jelas mengganggu mas, banyak yang jatuh jangan sampai ada korban jiwa. Harus segera ditangani aparat desa setempat juga jangan diam dong,” pungkasnya. (imam)







Komentar