oleh

BUMD Pemkab Bogor Dinyatakan Bangkrut, Utang Bayar!

POSKOTA. CO – PT Prayoga Pertambangan dan Energy (PPE), sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Bogor, dinyatakan bangkrut. Desakan agar segera menyelesaikan utang terhadap kreditur, juga kian deras seiring putusan pengadilan.

Advokat Rohmat Selamat meminta dan Tuti Maulani Chaniago, kuasa hukum dari PT Tohaga Jaya dan CV Mutiara Selatan, yang menjadi suplayer BUMD PPE mendesak, agar segera diselesaikan piutang tersebut.

PPE lanjut para kuasa hukum Tohaga dan CV Mutiara, segera menjual asetnya agar permasalahan utang ini bisa cepat selesai.

“Kami berikan waktu tiga bulan untuk segera menjual aset dan melunasi semua tagihan klien kami,” kata Rohmat kepada wartawan Jumat (11/6/2021).

Menurut Rohmat, menjual aset untuk melunasi segala piutang, merupakan jalan terbaik bagi PPE untuk menjalankan roda bisnisnya agar lebih optimal lagi.

Direktur PPE, Agus Setiawan dalam sidang PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) menyatakan bahwa manajemen PPE akan melunasi utangnya

“Utang para kreditor itu utang yang lama, hak mereka untuk menagih, dan kapan PPE bayar akan dilakukan,” katanya, setelah sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kemayoran, Jakarta, Rabu, 9 Mei 2021 kemarin.

“Sampai sejauh ini para kreditor dapat diyakinkan bahwa potensi aset perusahaan yang dimiliki dapat menutupi utang tersebut,” tegas Agus.

Dia juga menjelaskan, bahwa pertemuan di pengadilan ini dapat diselesaikan secara musyawarah walaupun lewat pengadilan.

Menurut Agus, untuk proposal perdamaian sudah ada dalam prosedur Undang – Undang. Ia berharap ada homologasi, walau banyak dari para kreditor meminta waktu berembuk.

Diakui Agus, laporan dari kantor akuntan publik, hutang PPE kepada kreditor kurang lebih Rp 28 miliar.

“Saya berharap adanya perdamaian, agar bisnis dapat berjalan kembali,”ujar Agus Setiawan kepada wartawan. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *