oleh

Dinilai Tidak Tepat, PPI Minta Rencana PPN Sembako dan Sekolah Dibatalkan

POSKOTA.CO – Rencana pengenaan PPN untuk sembako adalah kebijakan yang tidak bijak dan tidak tepat. Rencana tersebut kata Presidium Pimpinan Nasional Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Andy Soebjakto bukan saja akan menambah beban hidup rakyat, tetapi juga akan menurunkan kredibilitas Pemerintah di mata rakyat.

“Sembako adalah salah satu yang terpokok dari nafas hidup rakyat. Jika dikenakan PPN, nafas rakyat bisa tersengal-sengal,” kata Andy dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/6/2021).

Ia memahami bahwa Pemerintah memang membutuhkan tambahan sumber pajak bagi kepentingan penyehatan APBN dan keberlangsungan pembangunan. Karena itu, intensifikasi dan ekstensifikasi pajak patut untuk didukung. Apalagi faktanya memang rasio pajak kita masih rendah.

Namun demikian, upaya-upaya menambah obyek pajak harus dilakukan dengan pertimbangan yang sangat matang, terutama menyangkut kondisi perekonomian dan keadaan kehidupan rakyat sehari-hari. Karena filosofi dasarnya adalah “pajak untuk rakyat”. Bukan “rakyat untuk pajak”.

Sikap serupa juga dilakukan oleh Pimnas PPI terhadap rencana pengenaan PPN untuk sekolah. Sekjen Pimnas PPI Gede Pasek uardika mengatakan rencana pengenaan PPN untuk sekolah sebagai kebijakan yang tidak bijak dan tidak tepat. Sebab dengan pengenaan PPN, beban sekolah akan digeser menjadi  beban orang tua siswa. “Artinya jelas akan menambah beban pendidikan bagi rakyat,” katanya.

Pada sisi yang lain, lanjut Gede Pasek, kebijakan tersebut akan mendorong makin derasnya komersialisasi pendidikan yang pada akhirnya akan meningkatkan ketimpangan akses siswa terhadap sekolah-sekolah yang bermutu.

Karena itu Pimnas PPI mendesak Pemerintah dan DPR agar membatalkan rencana pengenaan PPN terhadap sembako dan sekolah tersebut. Keselamatan kehidupan rakyat haruslah diutamakan. “Setidak-jangan diberi tambahan beban di masa-masa sulit seperti sekarang ini,” tandas Gede Pasek. (*/fs)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *