oleh

Bersihkan Kali Grogol di Pindok Indah, Siswa Binus Simprug Ingin Wujudkan Sungai Harapan Jakarta

JAKARTA – Sejumlah Siswa Bina Nusantara (Binus) School Simprug ramai-ramai membersihkan sampah Kali Grogol di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Mereka bersama petugas Badan Air Kecamatan Kebayoran Lama bahu-membahu memungut berbagai jenis sampah di kali tersebut sebagai upaya mewujudkan impian Sungai Harapan.

Revalina Subekti (16 tahun), salah satu penggagas program sungai harapan Binus mengatakan, kehadiran generasi muda sangat diperlukan untuk menggugah masyarakat Jakarta agar lebih peduli lingkungan. Bersama dia rekannya yakni Dhammaputri Saccadevi Chandra (17 tahun) dan Nesa Aira (17 tahun), Revalina ingin mewujudkan sungai harapan dari hal-hal kecil, seperti membersihkan sampah.

Dia mencontohkan, aksi anak-anak muda yang tergabung dalam Pandawara Grup dalam membersihkan sungai dan pantai di sejumlah tempat mampu menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk peduli terhadap lingkungannya. “Tujuan utamanya adalah membersihkan Kali Pondok Indah dari sampah dan limbah domestik melalui pengelolaan limbah yang inovatif. Salah satunya, kami terinspirasi oleh aksi Pandawara Grup yang senantiasa bekerja bakti membersihkan sungai,” ujar Revalina Subekti di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (31/8).

Diakuinya, sampah-sampah yang berserakan di sungai-sungai Jakarta masih didominasi limbah rumah tangga. Seperti kemasan plastik, bungkus makanan, dan lainnya. Dia berharap, Pemprov DKI Jakarta tegas memberikan sanksi agar warga pemukiman tidak membuang sampah ke badan sungai.

“Beberapa sungai memang terlihat bersih karena selalu dijagain oleh petugas PPSU atau pasukan oranye. Tapi, kali-kali yang dekat dengan permukiman, apalagi permukiman liar, begitu kumuh dengan sampah yang berserakan. Padahal, kali atau sungai ini bisa menjadi sumber kehidupan warga Jakarta,” katanya.

Untuk itu, program Sungai Harapan Binus mendorong agar Pemprov DKI Jakarta turut mengajak siswa-siswa sekolah agar mau terjun ke kali untuk bergotong-royong membersihkan. “Awalnya tugas dari sekolah. Tapi ternyata setelah kita terjun, banyak juga sampah yang harus dibersihkan. Ini harus dikerjakan bersama-sama agar semua warga merasakan bagaimana susahnya pasukan oranye menjaga kebersihan kali, sehingga mereka tidak lagi membuang sampah sembarangan,” tuturnya.

Supervisor Sungai Harapan Binus, Sukma Ramadhan mengatakan, aksi bersih-bersih sungai menjadi salah satu tugas yang diberikan Binus School kepada peserta didik untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. “Ini patut diapresiasi, karena membersihkan sungai itu bukan pekerjaan mudah. Dinas LH harus melibatkan masyarakat, terutama anak-anak sekolah agar mereka memiliki kepedulian untuk menjaga kebersihan dan kelestarian sungai di Jakarta,” kata Sukma.

Putri Amelia, petugas Badan Air Kecamatan Kebayoran Lama, menjelaskan pimpinannya menyambut baik inisiatif dari siswa Binus untuk menggelar aksi bersih-bersih sungai. “Badan Air mengerahkan sejumlah petugas dan mobil bak. Kami bersama-sama para siswa mengangkut sampah kurang lebih sebanyak 12 meter kubik,” jelas Putri. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *