oleh

Bawaslu Copot 7.657 APK Kampanye Pilkada Kota Depok

POSKOTA.CO – Kurun waktu satu bulan kegiatan Kampanye Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali kota Depok Tahun 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersama tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah mencopot dan menurunkan sekitar 7.657 buah Alat Peraga Kampanye (APK) kedua pasangan calon (paslon).

“Kami dari tim pemantau maupun pengawas pemilu Bawaslu Kota Depok beserta tim gabungan Satpol PP, TNI dan Polri telah mencopot serta menurunkan ribuan APK ukuran spanduk, baleho maupun poster yang menyalahi aturan dan tidak pada tempatnya yang dipasang tim pemenangan maupun relawan ke dua paslon,” kata Ketua Bawaslu Kota Depok Luli Barlini, didampingi staf Penanganan dan Pelanggaran Bawaslu Febriansyah R, Jumat (6/11/2020).

Data yang diperoleh sekitar 7.657 APK seperti spanduk, baleho dan poster yang dicopot atau ditertibkan karena dipasang pada sarana publik, pohon, tiang listrik serta sarana privat seperti pagar rumah tanpa seizin pemiliknya. Pihaknya terus akan memantau dan mengawasi kegiatan kampanye yang tinggal 33 hari lagi menjelang Pilkada Serentak 9 Desember 2020 mendatang.

“Melihat kegiatan kampanye satu bulan belakangan di masa pandemi Covid-19 ternyata kegiatan kampanye daring masih sangat kurang disukai atau dilakukan sedikit sekali. Mereka lebih menyukai kampanye tatap muka namun harus mengikuti protokol kesehatan yang yelah ditentukan yaitu hanya 50 persen dihadiri para undangan atau masyarakat dalam satu lokasi kampanye tatap muka,” ujarnya.

Terkait masalah pelanggaran kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga tidak netral dalam kegiatan kampanye kedua paslon di Kota Depok juga menjadi perhatian Bawaslu.

“Kami tetap menerima masukan atau protes para paslon terkait ASN yang tidak netral dan akan tetap diproses maupun dilihat bentuk pelanggaran atau kesalahannya,” katanya. (anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *