oleh

Crisnanda: Art itu Smart


Tanda dari kecerdasan bukan pengetahuan
melainkan imajinasi (Albert Einstein).

POSKOTA.CO – Seni sarat dengan imajinasi. Seni menjadi tanda bagi kecerdasan. Cerdas bukan sebatas pengetahuan namun imajinasi yang mampu menunjukkan suatu fenomena dalam pendekatan yg holistik atau sistemik. Imajinasi dalam seni bervariasi dalam masa lalu masa kini bahkan masa depan.

Berbagai media dapat dilakukan. Konteks di era digital era media sosial seni memiliki panggung dan ruang yang begitu luas bagai tanpa sekat batas ruang dan waktu. Kreatifitas dalam seni sarat simbol yg menembus mampu melihat bahkan menguraikan suatu makna di balik fenomena.

Seni merupakan karya jiwa dan ada jiwa dalam karya. Memahami seni adalah memahami akal budi bahkan jiwa manusia. Nada kata suara gerak dan rupa yg menjadi media sbg dialog antara indera dan jiwa dg berbagai simbol yg sarat makna untuk menunjukkan atau memberi gambaran hingga kritik atas suatu fenomena.

Karya seni bisa menjadi sarana memecahkan kebuntuan dan kebekuan dalam kehidupan sosial. Seni selain itu juga sbg penanda bagi peradaban. Manusia sbg mahkluk sosial ruang2 berkumpul ruang komunikasi ruang untuk berdiskusi sangatlah penting bagi pencerdasan agar memiliki daya tahan daya tangkal bahkan daya saing.

Ruang ruang ini dapat menjadi bagian ruang seni. Seni sebagai kecerdasan sosial menjadi jembatan atas penyelesaian konflik secara beradab. Di samping itu berbagai potensi konflik dpt diselesaikan dg mediasi seni. Seni yg cerdas akan menjadi jalan bagi rekayasa sosial yang dinamis dan membuat aman nyaman asri bahkan ngangeni.

Imajinasi dalam senipun membebaskan belenggu belenggu jiwa merdeka. Seni yg kreatif imajinatifbakan mjd inspirasi dan produk yang dihasilkan akan menjadi sesuatu yg alkemis. Seni dan politik maka kemanusiaan dan cinta kebangsaan akan dikemas dalam berbagai kebijakannya mjd sesuatu yg harmoni antara alam kingkungan tenologi dan kembali memanusiakan manusia sbgbaset utama bangsa.

Kita dapat melihat Jepang yang menggulirkan society 5.0. Ini menunjukkan seni yg cerdas untuk melepaskan manusia dari belenggu teknologi dan industri agar manusia kembali dilihat sbg aset utama bangsa. Konteks dan konsep smart city di dalam unsur 2nya baik smart living, smart mobility, smart ekonomi, good and clean government dll.

Semuanya berbasis seni bukan sekedar kota dan teknolgi melainkan upaya2 mengangkat harkat dan martabat manusia untuk semakin dpt meningkat kualitas hidupnya. Kaitan dengan smart city maka penataan lingkungan dan berbagai layanan publik dikemas untuk adanya pelayanan prima yg jg seni.

Dalam teknologinya sarat dg desain yg menarik dlm aplikasinya hingga algoritmanyapun selain smart juga art. Kehidupan pada kawasan pariwisata misalnya seni akan dapat menjembatami obyek yg dibangun secara holistik bagi kehidupan yang lebih aman nyaman asri dan ngangeni.

Senipun mampu mjd bagian dlm mengembangkan sistem pemerintahan melalui birokrasi yg berbasis on line misalnya. Media sbg penghubung komunikasi scr on line maupun off line disitu ada seni yg membuat menarik atau menghiasi agar semakin mampu meminimalisir distorsi dkm komunikasi.

Demikian halnya dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara maka seni menjadi bagian dasar dalam transformasi maupun pengajarannya. Seni ditumbuh kembangkan melalui imajinasi bukan hafalan. Tatkala imanjinasi ini mampu tumbuh dan berkembang dalam kehidupan sosial maka produk2-nya akan menjadi alkemis yg inspiratif menjadi acuan atau standar yang berdampak luas.

Melalui seni pembangunan peradaban dg mencerdaskan kehidupan berbangsa bernegara akan mampu memberdayakan berbagai sumber daya yg ada untuk semakin manusiawinya manusia sbgvaset utama bangsa. (CDL) Jakarta 20 maret 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *