oleh

3 Hari Operasi Patuh Jaya di Tangerang, Polisi Catat 287 Kegiatan dan 36 Penindakan E-TLE

TANGERANG – Satlantas Polres Metro Tangerang Kota mencatat 287 kegiatan pengaturan dan patroli lalu lintas selama tiga hari pelaksanaan Operasi Patuh Jaya, 26-28 Oktober 2026. Polisi juga menempatkan personel di 193 titik rawan kecelakaan dan kemacetan serta mencatat 36 kegiatan penindakan melalui kamera Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE).

Operasi tersebut digencarkan untuk menekan risiko kecelakaan, mengurai potensi kemacetan, dan meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota.

Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota AKBP Nopta Histaris Suzan mengatakan, operasi tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga mengedepankan edukasi dan pencegahan. Pendekatan tersebut dilakukan melalui penyuluhan, patroli, penjagaan di lokasi rawan, hingga penindakan elektronik.

“Kami mengedepankan pendekatan humanis namun tegas melalui berbagai lini. Mulai dari edukasi langsung kepada pelajar dan komunitas, penjagaan di titik-titik rawan kemacetan maupun kecelakaan (black spot dan trouble spot), hingga penindakan pelanggaran secara elektronik menggunakan E-TLE,” ujar Nopta, Rabu (28/10/2026).

Dalam upaya edukasi, polisi menggelar 12 kegiatan penyuluhan tertib berlalu lintas kepada pelajar dan orang tua, lima kegiatan pembinaan di lokasi aktivitas masyarakat, serta lima kegiatan dialog keselamatan bersama pengemudi ojek online (ojol), kurir, sopir angkutan, komunitas roda dua, dan operator logistik. Satlantas juga mengadakan tiga pelatihan safety riding dan safety driving.

Kampanye keselamatan turut dilakukan melalui 11 kegiatan yang mengingatkan masyarakat tentang penggunaan helm berstandar SNI, sabuk pengaman, larangan menggunakan ponsel saat berkendara dan melawan arus, serta keselamatan anak. Polisi membagikan 399 eksemplar bahan imbauan dan memproduksi atau menyebarluaskan 13 konten edukasi melalui berbagai media.

Di sisi pencegahan, personel ditempatkan di lokasi rawan, termasuk pintu sekolah, persimpangan, pasar, dan jalur arteri. Petugas juga memperbarui pemetaan enam titik rawan, menyurvei infrastruktur jalan di tiga titik, menangani enam hambatan lalu lintas, serta melakukan tiga rekayasa arus sementara. Pemeriksaan kendaraan dan kelaikan angkutan turut dilakukan bersama instansi terkait.

Nopta mengimbau masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas dan memastikan perlengkapan berkendara sesuai ketentuan. “Keselamatan adalah yang utama. Mari jadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya sehari-hari demi kenyamanan dan keselamatan kita bersama di jalan raya,” pungkasnya. (Imam/jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *