JAKARTA – Slebanyak 14.324 personel gabungan Forkopimda DKI Jakarta terdiri dari TNI, Polri dan pemerintah daerah disiagakan untuk melayani jalannya penyampaian aspirasi mahasiswa di wilayah Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026). Keberadaan personel gabungan ini guna memastikan kegiatan unjuk rasa berjalan tertib, aman dan humanis di wilayah Ibu Kota.
Personel gabungan itu disebar di empat titik fokus pengamanan utama lokasi aksi unjuk rasa. Diantaranya kawasan Gedung DPR/MPR RI, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Monumen Nasional (Monas) dan Tugu Tani, Jakarta Pusat.
Menurut Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Akhmadi, penyiapan belasan ribu personel tersebut mencakup pengamanan fisik di titik aksi. Selain itu penyediaan fasilitas medis darurat serta pengaturan lalu lintas di titik-titik vital.
Selain menyiagakan personel darat, Polda Metro Jaya juga mendirikan posko komando serta menurunkan tim negosiator dari Polwan (Polisi Wanita) untuk mengedepankan pendekatan persuasif kepada para demonstran.
Aksi penyampaian pendapat diusung oleh gabungan aliansi mahasiswa. Kepala Departemen Kajian Strategis BEM Universitas Indonesia (UI) 2026, Namora Siahaan, mengonfirmasi bahwa konsentrasi massa aksi diperkirakan mencapai 2.500 orang yang akan berkumpul di kawasan Bundaran HI mulai pukul 14.00 WIB.
Untuk mengantisipasi kemacetan parah di pusat kota, Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk menghindari jalan-jalan protokol sekitar kawasan pusat aksi.
Petugas lalu lintas telah menyiapkan rekayasa arus lalu lintas secara situasional. Termasuk diantarnya skema pengalihan arus lalu lintas dari arah Jalan Jenderal Sudirman menuju Jalan M.H. Thamrin serta pengalihan di sekitar kawasan Lapangan Banteng dan Kebon Sirih. (Omi/jo)







Komentar