JAKARTA-Menyambut 98 tahun Sumpah Pemuda, Beyond Professional Youth Con (BPYC) 2026 mengajak ribuan profesional muda dari berbagai bidang dan generasi untuk mengembangkan kapasitas, memperluas jejaring, dan membangun kolaborasi di Chillax Sudirman, Jakarta Selatan, pada 31 Oktober–1 November 2026.
Menghadirkan 56 pembicara, jejaring sekitar 50 komunitas, serta belasan kreator dan influencer, BPYC 2026 mengusung konferensi interdisipliner yang mempertemukan perspektif pemerintahan, teknologi, kesehatan, pendidikan, bisnis, industri kreatif, dan gerakan sosial.
Sejumlah pembicara yang dijadwalkan hadir antara lain Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga RI; Afriansyah Noor, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI; Tedi Bharata, Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN; Revie Sylviana dari Meta; dr. Ryan Rhiveldi Keswani, Sp.BS; serta Riza Putranto, Willie Salim, Tsamara Amany, Fathia Fairuza, dan Annisa Rengganis.
Terbuka bagi Profesional Muda dari Berbagai Latar Belakang Ketua Umum Beyond Professional, Lutfi Dipa Nawahasta, menyampaikan bahwa Bepro hadir sebagai ruang kolaborasi yang terbuka bagi generasi muda dari berbagai latar belakang pendidikan, profesi, industri, dan organisasi.
“Beyond Professional terbuka untuk semua. Kami ingin mempertemukan profesional muda, mahasiswa, pekerja, wirausahawan, dan penggerak komunitas agar dapat saling belajar, memperluas jejaring, serta menemukan peluang untuk berkembang, ” ujar Lutfi.
Ia menegaskan komitmen Bepro dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, peningkatan keterampilan, perluasan kesempatan kerja, dan pemberdayaan generasi muda melalui kolaborasi lintas sektor.
“Melalui BPYC 2026, kami membuka akses konferensi secara gratis agar semakin banyak anak muda memperoleh kesempatan belajar dan membangun jejaring, ” tambahnya.
Rian Fahardhi: Reformasi Harus Dimulai dari Manusianya
Ketua Komite BPYC 2026, Rian Fahardhi, menekankan bahwa kemajuan Indonesia tidak cukup hanya ditopang perubahan sistem, institusi, dan teknologi, tetapi juga membutuhkan pembangunan karakter manusia.
“Reformasi besar-besaran harus dimulai dari manusianya. Kita membutuhkan generasi profesional yang memiliki integritas, kompetensi, dan akuntabilitas. Inilah karakter Beyond Professional yang ingin kami bangun: manusia yang tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga menyadari tanggung jawab sosial dari keahliannya,” ujar Rian.
Salah satu keunikan BPYC 2026 adalah format panel “Tiga Generasi, Tiga Disiplin, Satu Pertanyaan Besar”, yang mempertemukan narasumber dari generasi dan bidang keahlian berbeda untuk mendiskusikan persoalan bersama.
“Kami ingin mempertemukan orang-orang yang mungkin jarang duduk dalam satu percakapan. Profesional teknologi dengan psikolog, pendidik dengan pelaku industri, hingga pejabat publik dengan kreator digital. Sebab tantangan masa depan tidak bisa dijawab hanya dari satu perspektif,” jelas Rian.
Sekolah Tanah Air dan Puluhan Komunitas Perkuat Kolaborasi
Selain konferensi profesional, BPYC 2026 menghadirkan Youth Talk sebagai ruang pertemuan para penggerak komunitas, organisasi sosial, dan inisiatif anak muda dari berbagai bidang.
Sekolah Tanah Air, gerakan sosial pendidikan yang diinisiasi Rian Fahardhi, turut terlibat sebagai mitra komunitas untuk memperluas jejaring kolaborasi. Melalui gerakan Gotong Royong 1000 Sekolah, Sekolah Tanah Air mendorong perbaikan fasilitas belajar, penguatan literasi, dan peningkatan kualitas pendidikan melalui kerja sama lintas sektor.
Keterlibatan Sekolah Tanah Air bersama puluhan komunitas lainnya diharapkan mempertemukan ratusan pegiat komunitas dan relawan, sekaligus membuka peluang kolaborasi baru di bidang pendidikan, lingkungan, kreativitas, kesehatan mental, dan pemberdayaan masyarakat.
Youth Talk mengangkat empat tema utama, yakni Beyond Creativity, Beyond Community, Beyond Ideas, dan Beyond Impact, sebagai ruang berbagi pengalaman serta praktik kontribusi sosial.
Konferensi Gratis hingga Kesempatan Karier
BPYC 2026 menghadirkan tujuh tema Youth Con, yakni Beyond Self, Beyond Wellness, Beyond Culture, Beyond Work, Beyond Education, Beyond Organization, dan Beyond Power.
Selain diskusi, peserta dapat mengikuti kegiatan walk-in interview serta program peningkatan keterampilan bersama UpYours melalui pendekatan upskilling dan reskilling.
Dengan semangat “Dari Kompetensi Menjadi Kontribusi”, BPYC 2026 ingin menghidupkan nilai kolaborasi Sumpah Pemuda melalui pertemuan lintas generasi, profesi, dan organisasi.
“Berbeda generasi, berbeda profesi, satu tanggung jawab. Kita mungkin memiliki jalan yang berbeda, tetapi berbagi tanggung jawab untuk membangun masa depan Indonesia, ” tutup Rian.
BPYC 2026 berlangsung pada 31 Oktober–1 November 2026, pukul 10.00–20.00 WIB, di Chillax Sudirman, Jakarta Selatan. Youth Con Stage dibuka gratis dengan kuota 1.000 peserta, sedangkan Youth Talk juga dapat diikuti secara gratis sesuai ketentuan penyelenggara.
Pembukaan akses gratis didukung Telkomsel sebagai strategic partner, bersama Yayasan Prana Aksara Rakyat, BNI, dan AirNav Indonesia. Informasi dan pendaftaran: www.beproyouthcon.com (fs)







Komentar