oleh

IPB University Bersama ARM-HA IPB Kirim Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa Bumi NTT

BOGOR – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditunjukkan IPB University bersama Aksi Relawan Mandiri-Himpunan Alumni (ARM-HA) IPB.

Bantuan kemanusiaan tersebut diberangkatkan dari parkiran Gedung STP, Taman Kencana, Kota Bogor, Selasa (8/9/2026) siang. Bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Flores.

Rektor IPB University Dr. Alim Setiawan Slamet secara langsung melepas keberangkatan bantuan di Auditorium Sekolah Bisnis IPB, Taman Kencana, Kota Bogor. “Diiringi doa, semoga tiba di Flores, NTT dengan selamat. Kami peduli dengan saudara-saudara kita yang mengalami bencana,” ujar Alim, saat melepas bantuan.

Dalam misi kemanusiaan tersebut, IPB University mengirimkan dua relawan yang merupakan putra asli Flores, dan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp30 juta dan 6.350 paket nasi siap makan. Bantuan dikirim menggunakan truk melalui jalur darat bersama sejumlah bantuan dari donatur lainnya.

Selain IPB University, BEM IPB turut menggalang dana dan memberikan bantuan sebesar Rp8.023.665. Sementara Yayasan Satu Umat menyumbangkan tiga unit alat penjernih air serta dua unit mesin reverse osmosis (RO). Dukungan lainnya datang dari Teguh Juwarno dan rekan-rekannya berupa uang tunai Rp25 juta.

Ketua penggalangan bantuan ARM-HA IPB mengatakan, aksi kemanusiaan tersebut mulai dilakukan hanya dua hari setelah bencana terjadi. Relawan ARM-HA telah mendatangi dua lokasi terdampak untuk menyalurkan bantuan pangan dan air bersih.

“Harapannya bantuan yang kami kirim ini dapat meringankan beban korban gempa. Tidak berhenti pada bantuan sekarang, tapi kami berkomitmen untuk membangun kembali yang rusak,” kata Dr. Alim Setiawan Slamet, dalam keterangannya yang didapat POSKOTAONLINE.COM, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, bantuan tahap awal tersebut akan dikonsolidasikan di satu titik sebelum didistribusikan lebih lanjut ke masyarakat terdampak, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil.

Kondisi infrastruktur yang mengalami kerusakan membuat sejumlah daerah sulit dijangkau kendaraan roda empat. Karena itu, pendistribusian bantuan ke lokasi-lokasi terpencil nantinya akan menggunakan sepeda motor. “Tim ARM-HA sudah ada di dua kabupaten di sana. Bantuan tersentralisasi, kemudian disebarkan ke wilayah terpencil yang bisa dijangkau dengan motor,” tegasnya.

IPB University menyatakan bantuan kemanusiaan tersebut bukan sekadar respons darurat. Kampus juga menyatakan komitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam proses pemulihan dan pembangunan kembali wilayah yang terdampak bencana. (*/yopy)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *