BOGOR – Polres Bogor menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) secara situasional di jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kebijakan ini dilakukan seiring meningkatnya volume kendaraan pada puncak arus mudik Lebaran 2026.
Rekayasa lalu lintas tersebut diberlakukan berdasarkan kondisi di lapangan, khususnya ketika terjadi lonjakan kendaraan dari arah Jakarta menuju Kawasan Puncak.
Langkah ini diambil guna mengurai kepadatan kendaraan di jalur wisata tersebut.
Kasat Lantas Polres Bogor, Afif Widhi Ananto, menegaskan bahwa hingga momen Lebaran, rekayasa lalu lintas tidak diterapkan secara penuh.
“Rekayasa one way kami terapkan secara situasional, melihat volume kendaraan di lapangan. Tidak dilakukan secara penuh, tetapi menyesuaikan kebutuhan untuk mengurai kepadatan,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa Pos Terpadu Gadog menjadi pusat kendali sekaligus titik koordinasi lintas instansi dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Dari pos tersebut, petugas memantau pergerakan arus kendaraan dan mengambil langkah cepat jika terjadi peningkatan volume secara signifikan.
Pengaturan dan Layanan bagi Pemudik
Sejak pagi hari, peningkatan arus kendaraan mulai terlihat.
Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait langsung melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan.
Selain itu, petugas juga menyediakan berbagai layanan bagi masyarakat, seperti informasi jalur alternatif, bantuan darurat, hingga fasilitas istirahat bagi para pemudik.
Iptu Afif mengimbau para pengendara untuk mematuhi arahan petugas di lapangan serta mengikuti informasi lalu lintas dari kanal resmi guna menghindari kepadatan.
“Kami mengingatkan agar pengendara tetap tertib, tidak memaksakan diri saat lelah, dan memanfaatkan pos pelayanan yang tersedia demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (yopy/fs)







Komentar