DEPOK – Universitas Indonesia (UI) bersama kalangan wartawan yang tergabung di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) serta Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesia (IJTI) Kota Depok akan tingkatkan kolaborasi dalam berbagi ilmu pengetahuan dan berbagai kegiatan positif.
“Kolaborasi adalah proses kerja sama antara dua orang atau lebih, tim, atau organisasi untuk mencapai tujuan bersama, berbagi ide, dan memecahkan masalah secara sinergis,” kata Direktur Hubungan Masyarakat (Humas), Media, Pemerintah dan Internasional, Erwin Agustian Panigoro, saat buka puasa bersama PWI dan IJTI kota Depok, di Wisma Makara UI Depok, Jawa Barat, Rabu petang (4/3).
Komitmen ini dilakukan dalam upaya peningkatan profesionalisme wartawan serta penguatan komunikasi publik, untuk itu pihaknya akan membentuk media center yang nantinya bisa mewadahi insan pers beraktivitas mengerjakan kerja-kerja jurnalistik.
Ia menyebutkan, bahwa media center tersebut menjadi hak bagi rekan-rekan jurnalis untuk mendapatkan informasi seputar UI. Tak hanya itu, media center juga digunakan agar UI memperoleh informasi dari dunia luar melalui para jurnalis.
“Mendapatkan informasi kekinian dari apa yang ada di temen-temen saat di lapangan, kalau kami kan adanya di dunia pendidikan,” katanya. “Adanya media center wartawan akan meningkatkan kolaborasi UI dengan insan pers ke depannya.”
Sementara itu, Rusdy Nurdiansyah, menyambut baik adanya media Center di UI karena selama ini hubungan antar wartawan dengan UI sudah cukup baik. “Semoga ke depan lebih baik lagi dengan penemuan penemuan ilmiah dari mahasiswa untuk disampaikan ke masyarakat, ” ujarnya.
Menurutnya, bahwa kebebasan pers harus dibarengi kompetensi dan tanggung jawab. Menurutnya, jumlah wartawan di Depok cukup banyak, namun belum semuanya memenuhi standar kompetensi jurnalistik.
“Bahkan, jumlah wartawan memang luar biasa di Depok. Tapi yang benar-benar kompeten dan sudah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers, belum terlalu banyak. Kita ingin wartawan benar-benar menjalankan tugas sesuai kaidah, bukan sekadar menulis,” tuturnya. (anton)







Komentar