oleh

Pj Gubernur DKI Heru Jelaskan Proyek Tanggul Pantai Mutiara Guna Antisipasi Rob dan Penurunan Tanah

JAKARTA –  Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menjelaskan bahwa pembangunan tanggul pengaman pantai di Jalan Logistik, Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara, merupakan bagian proyek Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN). Tujuan utamanya untuk antisipasi banjir rob di kawasan pesisir utara dan penurunan permukaan tanah.

“Pembangunan tanggul sepanjang 314 meter di kawasan Perumahan Pantai Mutiara RW 16 Kelurahan Pluit untuk menutup celah yang tersisa dari bagian tanggul PTPIN atau juga yang disebut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).  Pemprov DKI secara bertahap menutup celah-celah proyek tanggul laut yang masih tersisa,” kata Heru kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/7).

Sebagaimana diketahui pada Sabtu lalu dilakukan acara pemancangan pondasi tanggul di Pantai Mutiara, dihadiri Walikota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim. “Pembangunan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta itu merupakan bagian proyek NCICD. Jadi, pemancangan pembangunan tanggul di Pantai Mutiara ini merupakan bagian dari proyek tanggul laut raksasa yang disiapkan sepanjang 37 kilometer, dari perbatasan Tangerang hingga perbatasan Bekasi,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan ini satu rangkaian dari timur ke barat tanggul NCICD dalam mengantisipasi land subsidence  atau penurunan tanah dan rob,” kata Ali.  Pembangunan tanggul sepanjang 314 meter ini  dilakukan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta dengan target waktu selama lima bulan. “Jadi, targetnya pekerjaan selesai pada Desember 2024,” sambungnya.

Tanggul di Pantai Mutiara ini juga akan melengkapi rangkaian tanggul NCICD yang membentang dari timur ke barat pesisir Jakarta dengan panjang mencapai 37 kilometer. Pemprov DKI Jakarta berkewajiban membangun tanggul sepanjang 11 kilometer, sedangkan sisanya dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Kewajiban PUPR sudah selesai, sekarang tinggal beberapa kewajiban Pemprov DKI Jakarta untuk menuntaskan beberapa titik proyek yang belum nyambung,” kata Ali. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *