POSKOTA.CO – Pelabuhan Sunda Kelapa hingga perumahan elite/mewah Pantai Mutiara Pluit, Sabtu dini hari terendam banjir luapan air laut.
Sedangkan warga Ancol sejak Jumat malam mengungsi lantaran rumahnya sudah dimasukin air laut yang datang begitu cepatnya.
Ketinggian air mulai dari 20-60 centimeter atau sedengkul orang dewasa. Bahkan kapal pelayaran rakyat sudah nyaris keluar ke daratan bila tidak secepatnya diikat.
Air begitu cepat mengalir dari laut ke area pelabuhan hingga perumahan warga bahkan sampai ke Jalan Lodan, diduga ada tanggul yang jebol.
Namun, Camat Penjaringan, Depika Romadi memperkirakan air yang masuk ke perumahan Pantai Mutiara berasal dari air pasang laut yang masuk melalui sela-sela tanggul.
Dikatakan camat, bajir yg merendam Jalan Pluit Samudra Raya dan Komplek Pantai Mutiara akibat air laut pasang dan air keluar dari rembesan tanggul Pantai Mutiara.
Tidak hanya warga elit di Pantai Mutiara yang kaget, namun hampir semua pemukiman dan sepanjang jalan mulai dari Pelabuhan Muara Angke hingga depan Ancol merasa terkejut lantaran air begitu cepatnya datang tengah malam hingga Sabtu dinihari.
Sejumlah warga ada yang mulai panik dengan memindahkan perabot rumah tangga, kendaraan motor maupun mobil ke tempat yang lebih tinggi, karena khawatir banjir akan terus meninggi.
Wargapun beramai-ramai keluar mengecek sekaligus berjaga dikhawatirkan tinggi air meningkat.

Bahkan pada Jumat (5/6/2020) tangan malam, warga RW 08 di Kelurahan Ancol, Jakarta Utara, sudah ada yang mengungsi setelah rumah mereka terendam air rob.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan surat peringatan agar masyarakat yang bermukim di pesisi atau pelabuhan dapat lebih meningkatkan kewaspadaan dan upaya mitigasi terhadap potensi bencana rob.
Potensi terjadi rob akan terjadi di daerah-daerah pantai pesisir Jakarta, Pekalongan, Cirebon dan Semarang. (d)








Komentar