oleh

Ketua Umum Appsindo Santuni dan Bagi Sembako Buat Anak Yatim dan Duafa

POSKOTA.CO–Ketua Umum Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (Appsindo) Drs. H. Hasan Basri, SH, MH memberikan santunan dan semako kepada anak yatim dan kaum duafa. Langkah ini dilakukan Hasan Basri untuk membagi kebahagian menyambut Idul Fitri serta meringankan beban dalam situasi pandemi Covid-19.

Pemberian santunan dan bagi sembako digelar Hasan Basri di kediamannya kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Sabtu (30/4/2022). “Pada pandemi Covid-19 ini, mereka sangat terimbas pandemi Covid. Menjelang Lebaran dan di akhir Ramadhan, kami berbagi untuk meringankan beban mereka,” kata Ketua Umum Appsindo Hasan Basri.

Pada intinya lanjut Hasan Basri, dirinya
ingin menyampaikan kapedulian kepada masyarakat semua. Diharapkan bantuan yang diberikan bisa bermanfaat dan menjadi berkah bagi semuanya. “Memang yang kita berikan tidak seberapa, tetapi sangat bermamfaat bagi mereka dalam kondisi saat ini,” ujar Hasan Basri.

Menyinggung tentang kondisi pasar saat ini, kata Ketua Umum Appsindo Hasan Basri, tahun 2020 dunia mencekam dengan kepanikan yang luar biasa akibat pandemi Covid-19. Indonesia pun tidak luput dari kepanikan akibat wabah covid-19, hingga di akhir tahun penyebaran Covid-19 semakin meningkat.

Menyikapi refleksi akhir tahun 2020, Appsindo mengkoreksi ekonomi Indonesia mengalami krisis yang sangat luar biasa parahnya. Namun pemerintah mempercayai pergerakan ekonomi ada di pelaku usaha menengah kecil dan mikro (UMKM).
“Setiap krisis di negeri ini selalu UMKM menjadi benteng penyelamat ketahanan ekonomi nasional. Namun, tragisnya setelah krisis berlalu pelaku UMKM tidak dibutuhkan lagi,” ungkapnya.

Hasan menganalogikan, sepertinya pelaku UMKM selalu dijadikan sebagai kayu ganjalan bagi kendaraan besar yang mengalami kesulitan untuk mendaki. Dan setelah sampai di dataran, maka kayu ganjalan tersebut ditinggalkan dan tidak dibutuhkan lagi.

“Seperti itulah faktanya nasib pelaku UMKM di negeri ini. Appsindo memantau kondisi pedagang pasar kurang lebih di 13.000 pasar di seluruh Indonesia turut terkena imbas pandemi Covid-19 di mana daya beli masyarakat turun drastis dan keadaan pasar sepi,” ujar Hasan.

Apabila ditemukan pedagang positif Covid-19 di dalam pasar, lanjut Hasan, maka pasar akan ditutup oleh Pemda dalam waktu yang relatif lama. Ini dirasakan tidak adil. Selama ini pedagang pasar selalu berharap kepada para pemimpin yang didukungnya di Pilkada.

Kepala daerah diharapkan mampu menitipkan nasib dan kehidupannya di dalam pasar untuk dikedepan hari lebih baik dan ada keberpihakan. Kepala daerah maupun pemimpin nasional peduli terhadap pelaku UMKM dan pedagang pasar di seluruh Indonesia.

“Kami mengapresiasi langkah Presiden Ir. H. Joko Widodo dalam pemulihan ekonomi nasional. Namun apa yang diharapkan Pak Jokowi untuk bangkitnya UMKM di negeri ini mendapat hambatan dan tantangan dari perbankan di negeri ini,” papar Hasan.(Omi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *