oleh

Puluhan Juta Rupiah Potensi Pajak MBLB Diduga Bocor, Pemkab Kuningan Masih Bungkam

POSKOTA.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan Jawa Barat hingga saat ini masih bungkam belum memberi keterangan terkait adanya dugaan kebocoran potensi pendapatan pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) puluhan juta rupiah dalam setahun. Bupati Kuningan maupun Sekretaris Daerah (Sekda), keduanya belum menyampaikan tanggapan terkait hal itu saat dihubungi POSKOTA.CO, pada Senin (3/1/2022).

Pada sisi lain, saat POSKOTA.CO melakukan penelusuran, kegiatan pengerukan pasir dari dasar Sungai Cisanggarung pada titik lokasi di wilayah Desa Legok, Kecamatan Cidahu, di samping berpotensi menggerogoti pendapatan pajak MBLB terhadap negara, diduga aktivitas pengerukan pasir sungai itu juga memberikan dampak buruk terhadap lingkungan, terutama ke bagian hulu dari titik kegiatan berlangsung.

Salah satu dugaan dampak buruk, telah terjadinya erosi atau kikisan terhadap hektaran lahan pesawahan yang ada di pinggir bantaran sungai dimaksud di wilayah Desa Kananga, Kecamatan Cimahi. “Lahan pesawahan milik warga dan ada juga lahan milik desa di blok Nangguluk banyak yang longsor terkena erosi,” terang Sekretaris Desa Kananga Oman saat dikonfirmasi POSKOTA.CO, Selasa (4/1/2022).

Dikatakannya, beberapa warga di situ pernah menyampaikan keluhan terhadap pemerintah desa akibat kerugian yang dialami dengan semakin menyusutnya area pesawahan milik mereka. “Pemerintah desa sudah melaporkan keadaan ini kepada pemerintah daerah, namun sampai sekarang belum juga ada tindakan konkret,” ujar Sekdes.

Hal senada disampaikan juga Kepala Desa Kananga Rudi. Menurutnya, upaya pemerintah desa melakukan laporan dan koordinasi terhadap pemerintah daerah sampai saat ini tidak juga membuahkan hasil. “Rasanya menjadi malas saat beberapa kali menyampaikan keluhan terhadap pemerintah daerah namun belum juga digubris,” ungkapnya bernada kecewa.

Selaku kepala desa, dirinya merasa turut prihatin dengan kerugian yang dialami warga pemilik lahan sawah tersebut. “Mau sampai kapan kondisi ini berlarut-larut tanpa ada sentuhan sama sekali dari pihak pemerintah daerah,” ujarnya setengah bertanya. (cep)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *