KUNINGAN-Serapan anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cikeusal, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat yang terbilang fantastis akhirnya gagal memetik hasil. Ratusan juta rupiah penggelontoran dana desa (DD) tahun 2025 lalu yang diterima lembaga tersebut untuk program ketahanan pangan (ketapang) akhirnya tidak mendatangkan kemanfaatan apa-apa bagi masyarakat setempat.
Salah seorang warga Cikeusal, Kecamatan Cimahi, yang meminta identitasnya tidak disebut, Jum’at (10/7/2026) kepada POSKOTAONLINE.COM, menyampaikan kekecewaan, pengelolaan BUMDes di desanya ternyata sangat tidak sesuai dengan ekspektasi masyarakat.
“Kegiatan BUMDes program ketapang tahun 2025 ternyata nihil hasil dan hal ini memperlihatkan jika keinginan BUMDes untuk sukses ternyata jauh panggang daripada api,”sindirnya berilustrasi.
Sehubungan anggaran yang sudah diserap BUMDes itu merupakan uang negara (uang rakyat) sebut warga ini, pihaknya meminta ludesnya anggaran dimaksud harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan negara.
“Tidak cukup hanya bicara tentang gagal pengelolaan, karena kegiatan ketapang merupakan program prioritas pemerintah untuk dapat bergulir ditengah masyarakat secara berkelanjutan,”singgungnya.
Lebih jauh dari itu, dia menekankan pentingnya aparat penegak hukum melakukan langkah penyelidikan terhadap pengelolaan BUMDes di desanya.
“Harus dilakukan upaya penyelidikan oleh pihak kejaksaan, apakah dapat ditemukan dugaan penyalahgunaan keuangan negara atau tidak pada kedalaman kegiatan BUMDes Cikeusal ini,”pintanya.
Terpisah, Camat Cimahi, Jana, S.Sos.,A.Kp., ketika dimintai tanggapannya mengenai kabar soal BUMDes Cikeusal yang berada dalam wilayah binaannya, sampai berita ini dirilis masih bungkam dan belum memberikan keterangan resmi apapun.(Cep/fs).







Komentar