oleh

Tumbuhkan Rasa Percaya Diri Mantan Pengguna dengan Bisnis Makanan

rumah dampingPOSKOTA.CO – Moment Ramadhan tentunya menjadi saat-saat yang paling dinantikan oleh setiap muslim di seluruh dunia, termasuk juga masyarakat muslim di berbagai pelosok di Indonesia. Beragam kemeriahan pun sengaja dipersiapkan masyarakat sejak jauh-jauh hari untuk menyambut datangnya Bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Tidak heran bila memasuki bulan Ramadhan, banyak peluang usaha musiman yang mulai bermunculan, dan menjanjikan keuntungan cukup besar bagi para pelakunya. Salah satunya adalah berjualan makanan untuk berbuka puasa atau Takjil.

Moment itu dimanfaatkan oleh mantan pengguna narkoba yang sedang menjalani program pasca rehabilitasi di Rumah Dampingan Cipinang Besar, Jakarta Timur, untuk berkreasi dengan berjualan makanan untuk berbuka puasa seperti kolak, es campur, gorengan dan bubur sumsum.

“Selain kita mengisi waktu luang sambil menunggu buka puasa, kita juga bisa belajar bisnis kecil-kecilan dan mendapatkan uang dari hasil jerih payah kita berjualan,” kata salah seorang mantan pengguna narkoba, ketika ditemui disela-sela kesibukannya berjualan makanan, Kamis (10/7).

Sementara itu, Kasubdit Penyatuan Kembali Direktorat Pasca Rehabilitasi BNN, Nur’ainun Kamil, menjelaskan, teman – teman mantan pengguna narkoba yang berada di rumah dampingan mengisi bulan Ramadan dengan berjualan ta’jil, “Kegiatan ini dilakukan setiap bulan Ramadhan dan berlanjut terus setiap tahunnya.

Kegiatan Vokasional yang mereka lakukan sangat bermanfaat, karena mereka langsung dapat berinteraksi dengan masyarakat, sehingga stigma masyarakat terhadap para mantan pengguna narkoba akan berkurang dengan sendirinya,” jelas Nur’ainun.

Selain itu, tambah Nur’ainun, dengan adanya kegiatan vokasional ini akan menumbuhkan rasa percaya diri para mantan pengguna narkoba terhadap lingkungan masyarakat untuk bersoialisasi, “Hal ini dapat menimbulkan rasa percaya diri para mantan pengguna narkoba sehingga bias menjadi pribadi yang mandiri, produktif dan tumbuh ide – ide kreatif dalam menjalani kehidupan sebagaimana fungsinya,” ujar Nur’ainun. (pas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *