oleh

PRANCIS BATU UJIAN BAGI JERMAN

Pendukung  skuat Jerman. (DOK)
Pendukung skuat Jerman. (DOK)

POSKOTA.CO— Jerman yang sedang disorot akan melakoni laga melawan wajah baru Prancis dalam duel dua raksasa Eropa di babak perempat-final Piala Dunia 2014 di stadion Maracana, Rio De Janeiro.

Pertandingan itu akan menjadi batu ujian bagi Jerman, yang diasuh Joachim Loew, yang performanya dikritik berada di bawah rata-rata di Piala Dunia 2014.

Tiket ke babak semi-final pada Selasa melawan Brazil atau Kolombia akan menjadi taruhannya.

“Didier Deschamps telah mengubah Prancis sejak 2010 dan mengincar pertandingan klasik lainnya,” kata Loew, yang telah mengarsiteki tim Jerman setelah Piala Dunia 2006.

Kemenangan besar 4-0 mereka atas Portugal di laga pembuka grup telah menempatkan mereka di posisi bersama tim-tim elit dunia, namun sejumlah penampilan kurang mengesankan telah mengundang sejumlah kritik bagi Jerman.

Ditahan imbang 2-2 oleh Ghana, kemudian menang tipis 1-0 atas Amerika Serikat di pertandingan final fase grup, penyelesaian yang buruk memaksa Jerman menang 2-1 atas Aljazair setelah babak tambahan di pertandingan di babak 16 besar, Senin.

Mantan kapten Jerman Michael Ballack, Oliver Kahn dan Lothar Mtthaeus semuanya mempertanyakan pilihan Loew dengan gelandang Mezut Ozil yang bermain susah payah dan bek tengah Jerome Boateng dan Benedikt Hoewedes yang dimainkan keluar dari posisinya sebagai bek sayap.

“Itu adalah penampilan terburuk sepanjang tahun,” kata Ballack tentang pertandingan melawan Aljazair. Sedangkan Kahn pun sama tidak terkesannya, “susunan pemain ini tidak lagi bekerja.” Loew terikat kontrak dengan Jerman hingga 2016, namun jika gagal di perempat-final akan membuatnya di bawah tekanan untuk berhenti walaupun sudah membawa tim asuhannya ke babak semi-final di tiga turnamen akbar terakhir.

Sementara itu, Prancis telah bangkit secara bertahap di bawah asuhan pelatih Deschamps dan tidak dipertimbangkan setelah permainan buruk di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Dengan Karim Benzema yang berada di performa terbaiknya, Prancis mengincar gelar juara dunia setelah terakhir kali memboyongnya pada 1998 di kandang, namun saat ini perhatian mereka terpusat ke timnas Jerman.

“Setiap orang bisa bermimpi, termasuk saya, namun saya seorang yang pragmatis dan realistis, Jumat nanti akan menjadi hal yang menentukan,” kata Deschamps.

Sementara Jerman berjuang keras untuk menemukan kombinasi yang tepat untuk permainan menyerang cepat mereka, Deschamps mengatakan jika skuad harmonisnya dengan senang hati akan melayani mereka dan Prancis akan mengeluarkan segala kemampuannya.

Prancis pernah menang atas Jerman 2-1 di Bremen pada Februari 2012, sementara Jerman membalas dendam dengan skor yang sama di Paris 12 bulan kemudian.

Prancis memenangi 11 pertemuan dengan Jerman sementara tim Panser menang delapan kali dalam 25 pertandingan terakhir antara kedua tim.

Kedua tim bertemu dalam pertandingan legendaris di semi-final Piala Dunia 1982, di mana Jerman meanng 5-4 lewat adu penalti setelah skor imbang 3-3 di babak tambahan.

Di pertandingan yang digelar di Seville, Spanyol itu mendapatkan nama buruk mana kala kiper Jerman Herald Schumacer menubruk Patrik Battiston dengan bahunya yang menyebabkan pemain Prancis itu tidak sadarkan diri di lapangan.

Ketika ditanya oleh media apakah Prancis akan membalas dendam, baik Loew dan Deschamps mengatakan bahwa sebagian besar pemain mereka belum lahir ketika pertandingan itu terjadi.

Jerman mendapatkan kembali bek tengahnya Mats Hummels setelah absen di laga melawan Aljazair karena terserang flu, sementara Lukas Podolski sudah sembuh dari cedera paha.

Pemain tengah Bastian Schweinsteiger juga dipertanyakan apakah bisa bermain setelah mengalami kram, namun memberikan tanda jempol ke bawah ketika menunjuk lututnya, yang menyebabkan dia menderita tendinitis (peradangan otot tendon) sebelum Piala Dunia.

Prancis juga was-was setelah bek Raphael Varane mendapatkan perawatan di rumah sakit karena dehidrasi setelah mengalahkan Nigeria 2-0 di babak 16 besar.

Sementara bek klub Liverpool Mamadou Sakho sudah pulih dari cedera lutut dan Deschamps tampaknya melirik Olivier Giroud atau Antoine Griezmann untuk dipasang di lini serang. (ant)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *