oleh

Pimpred Obor Rakyat Diperiksa Bareskrim

oborPOSKOTA.CO- Pemimpin Redaksi (Pimred) Tabloid Obor Rakyat Setyardi Budiono, memenuhi panggilan penyidik Direktorat Pidanan Umum, Bareskrim Polri untuk diperiksa sebagai tersangka.

“Diperiksa sebagai tersangka,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Drs Ronny Franky Sompie, Kamis(10/7). Namun, Ronny tidak mengetahui kalau keduanya akan ditahan, atau tidak. “ Penahanan tersangka tergantung penyidik,” sanggah mantan Kapolrestabes Surabaya ini.

Setyardi datang didampingi kuasa hukum Hinca Panjaitan langsung masuk ke gedung Bareskrim. Setyardi Budiono dan Darmawan Sepriyosa sempat mangkir dari panggilan penyidik, pada Senin, 7 Juli 2014, karena alasan sibuk.

Sementara itu, penyidik menyita barang bukti(BB) 8 karung yang berisi 23.375 eksemplar tabloid Obor Rakyat, yang disita dari PT Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat. Menurut Ronny, dari keterangan Dewan Pers diketahui isi dari terbitan yang ada di Tabloid Obor Rakyat, adalah bukan produk pers.

“Kami mendapatkan 189 karung atau 23.375 eksemplar. Katanya bukan produk jurnalistik, jadi kami sebut ini cetakan Obor Rakyat,” ujar Ronny.Tabloid Obor Rakyat diketahui dicetak oleh PT Mulia Kencana Semesta (PT. MKS), yang beralamat di Bandung

Dimana, isi pemberitaan Tabloid Obor Rakyat berisi menjelek-jeleki calon presiden Joko Widodo(Jokowi). Akibatnya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 18 ayat 3 Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, dan Pasal 310 KUHP dan Pasal 311 KUHP tentang fitnah dan pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara serta denda Rp 100 juta.(sapuji)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *