Pemilu 2014 Rentan Konflik Sosial

Ribuan relawan direkrut untuk menyukseskan pemilu legislatif dan presiden. (DOK)
Ribuan relawan direkrut untuk menyukseskan pemilu legislatif dan presiden. (DOK)

POSKOTA.CO – Pengamat sosiologi kriminal Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Suprapto memprediksi menjelang Pemilu 2014 kondisi masyarakt yang majemuk dan heterogen menjadi rentan terjadinya konflik sosial.

“Kondisi ini menjadi keharusan bagi jajaran kepolisian untuk lebih aktif mengevaluasi kinerja intelijen dalam mendeteksi sedini mungkin konflik sosial di masyarakat,” kata Suprapto di Sleman, Selasa.

Menurut dia, dinamika politik di Tanah Air pada 2014 cenderung masih akan terjadi konflik sosial di masyarakat.

“Latar belakang sosial budaya masyarakat yang cenderung majemuk dan antar elite yang belum terintegrasi dengan massa atau pengikutnya maka akan banyak menimbulkan konflik,” katanya.

Ia mengatakan, kampanye partai politik yang masih dilakukan dengan cara turun ke jalan sehingga menyebabkan terjadi pertemuan antar simpatisan partai yang berbeda juga menjadi salah satu penyebab konflik sosial.

“Sementara persoalan lain seperti melanggengkan kekuasaan secara terus menerus dengan tidak mau ‘legowo’ terhadap jabatannya jika tidak terpilih kembali, menjadi permasalahan sosial yang pada saat tertentu akan meledak,” katanya.

Suprapto mengatakan, banyaknya konflik sosial sepanjang 2013 menjadi keharusan bagi kepolisian untuk lebih aktif mengevaluasi kinerja intelijen.

“Intelejen harus mampu mendeteksi dini kemungkinan terjadinya konflik sosial,” katanya. Ia mengatakan, dengan banyaknya konflik sosial yang terjadi menandakan intelijen kepolisian sangat lemah.

“Namun yang dicemaskan bukan semata terjadinya konflik di masyarakat baik menjelang Pemilu 2014 maupun setelah digelarnya pemilu. Yang harus dicemaskan adalah turunnya partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2014,” katanya. (djoko/ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *