JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mematangkan persiapan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA, SMK, MA, dan sederajat tahun 2026. Persiapan tersebut meliputi pemutakhiran data peserta, kesiapan sistem ujian, pengawasan, keamanan instrumen soal, serta penyesuaian layanan bagi peserta didik yang mengalami kondisi khusus, termasuk terdampak bencana dan kegiatan keagamaan.
Kepala Badan Kebijakan dan Pengembangan Mutu Pendidikan (BKPDM), Toni Toharudin, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA harus berlangsung secara tertib, adil, aman, dan dapat dipercaya. Menurutnya, seluruh persiapan dilakukan untuk memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan mengikuti asesmen sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.
Jumlah murid yang telah melengkapi pendaftaran TKA 2026 mencapai 3.863.957 orang. Angka tersebut meningkat sebanyak 345.790 murid atau 9,8 persen dibandingkan dengan TKA tahun 2025 yang mencatat 3.518.167 murid. Secara keseluruhan, terdapat 4.215.314 murid yang telah mendaftar hingga penutupan pendaftaran pada 27 September 2026. Data tersebut menunjukkan tingginya partisipasi satuan pendidikan dan peserta didik dalam pelaksanaan TKA tahun ini. <escape>[1]</escape>
Besarnya jumlah peserta menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menyediakan layanan asesmen yang memadai. Oleh karena itu, Kemendikdasmen berkoordinasi dengan dinas pendidikan, kantor wilayah Kementerian Agama, dan satuan pendidikan untuk memastikan validitas data, kesiapan fasilitas, serta kelancaran pelaksanaan ujian.
Pelaksanaan TKA dirancang melalui pembagian gelombang dan sesi dengan mempertimbangkan kesiapan sarana dan prasarana sekolah serta kapasitas sistem. Berdasarkan paparan dalam konferensi pers, sistem daring dipersiapkan untuk melayani hingga 900 ribu peserta secara bersamaan. Pengaturan tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan teknis ketika ujian berlangsung.
Gladi Bersih Dilakukan untuk Menguji Kesiapan Sistem
Sebelum pelaksanaan utama, Kemendikdasmen telah menyelenggarakan gladi bersih pada 5–18 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan menguji kesiapan perangkat komputer, jaringan internet, sistem ujian, serta kemampuan petugas dalam menjalankan prosedur pelaksanaan TKA.
Gladi bersih juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal mekanisme pengerjaan soal dan memahami tata cara mengikuti ujian. Dengan demikian, peserta diharapkan lebih siap menghadapi pelaksanaan utama, sementara kendala teknis yang ditemukan dapat dievaluasi dan ditangani lebih awal.
Kemendikdasmen menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sekolah. Kerja sama tersebut diperlukan agar setiap satuan pendidikan dapat menjalankan prosedur sesuai ketentuan dan memberikan pelayanan yang optimal kepada seluruh peserta.
Selain kesiapan teknis, aspek keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan TKA 2026. Sekolah yang berada dalam kondisi tidak aman, terutama akibat bencana, tidak boleh dipaksakan untuk menyelenggarakan ujian pada jadwal utama.
Dinas pendidikan dan kantor wilayah Kementerian Agama diminta mengidentifikasi kondisi keselamatan, kesehatan, akses menuju sekolah, serta kesiapan fasilitas secara berkala. Hasil identifikasi tersebut menjadi dasar penentuan apakah suatu sekolah dapat melaksanakan ujian sesuai jadwal atau memerlukan penyesuaian.
Peserta yang berhalangan mengikuti ujian karena sakit, kendala teknis, bencana, atau kondisi khusus lainnya dapat memperoleh layanan susulan sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk peserta yang terdampak bencana, koordinasi dengan dinas pendidikan atau kantor wilayah Kementerian Agama diperlukan agar proses penyesuaian dapat dilakukan dengan jelas dan tepat.
Kebijakan tersebut menegaskan bahwa keikutsertaan peserta dalam asesmen tidak boleh mengabaikan keselamatan. Pemerintah juga meminta agar perubahan kondisi di lapangan segera dilaporkan sehingga keputusan mengenai pelaksanaan ujian dapat disampaikan kepada peserta dan orang tua secara tepat.
Jadwal Pelaksanaan dan Penyesuaian di Sejumlah Wilayah
Berdasarkan jadwal resmi TKA 2026, pelaksanaan utama untuk jenjang SMA, SMK, MA, dan sederajat berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026, dengan pembagian gelombang. Pelaksanaan susulan dijadwalkan pada 16–29 November 2026, sedangkan pengumuman hasil direncanakan pada 23 Desember 2026. <escape>[2]</escape>
Dalam paparan konferensi pers, Toni juga menjelaskan adanya penyesuaian jadwal di sejumlah wilayah Papua untuk menghormati peringatan ulang tahun Gereja Kristen Injili di Tanah Papua pada 26 Oktober. Penyesuaian tersebut dimaksudkan agar peserta didik tetap dapat mengikuti kegiatan keagamaan sekaligus memperoleh kesempatan mengikuti TKA.
Selain itu, terdapat usulan penyesuaian jadwal di Papua Barat dan Papua Barat Daya. Pengaturan pengganti akan dikoordinasikan dengan dinas pendidikan, kantor wilayah Kementerian Agama, serta sekolah terkait. Satuan pendidikan diminta memastikan setiap peserta mengetahui jadwal, sesi, dan lokasi ujian yang telah disesuaikan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan layanan pendidikan yang adil dengan mempertimbangkan kondisi sosial, geografis, dan keagamaan setiap daerah.
Pengawasan Diperketat untuk Menjaga Integritas Ujian
Integritas pelaksanaan TKA menjadi perhatian penting karena hasil asesmen harus mencerminkan kemampuan akademik peserta didik yang sebenarnya. Untuk itu, pengawasan dilakukan melalui pengawas ruang yang bertugas langsung di lokasi ujian serta penyelia dari perguruan tinggi yang memantau pelaksanaan secara daring.
Dalam paparan tersebut disebutkan bahwa persiapan pengawasan melibatkan 50.474 pengawas ruang dan 1.710 penyelia dari perguruan tinggi. Pengawas ruang ditugaskan secara silang antarsekolah berdasarkan pengaturan dinas pendidikan atau kantor wilayah Kementerian Agama.
Pola pengawasan tersebut diharapkan dapat memperkuat objektivitas, mencegah pelanggaran, dan memastikan seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang setara. Para petugas juga diminta menjalankan prosedur secara disiplin, sedangkan peserta diharapkan mengerjakan ujian secara jujur dan mandiri.
Dengan pengawasan yang terkoordinasi, hasil TKA diharapkan memiliki tingkat kepercayaan yang baik serta dapat dimanfaatkan untuk mendukung evaluasi dan peningkatan mutu pendidikan.
Finalisasi Instrumen dan Data Peserta
Menjelang pelaksanaan ujian, Kemendikdasmen memasuki tahap akhir persiapan instrumen soal dan pemadanan data peserta. Berdasarkan paparan konferensi pers, pada 19 Oktober dilakukan finalisasi tata letak soal untuk 75 mata pelajaran. Selanjutnya, pada 20 Oktober dilakukan pengacakan paket soal lintas sesi dan gelombang dengan mempertimbangkan rancangan pengukuran dan penskoran.
Pada 23 Oktober, data peserta dipadankan dengan sesi, gelombang, dan paket soal sesuai mata pelajaran yang dipilih. Tahapan berikutnya mencakup sinkronisasi antara sekolah dan pusat untuk moda semi daring serta penggunaan basis data ujian bagi moda daring.
Proses tersebut membutuhkan ketelitian, pengamanan data, dan kepatuhan terhadap prosedur. Kerahasiaan instrumen soal harus tetap terjaga agar pelaksanaan asesmen berlangsung secara objektif dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. (in)







Komentar