oleh

KOMPLOTAN MALING MOTOR ASAL DEMAK DITANGKAP DI SOLO

rampokPOSKOTA.CO – Kepolisian Resor Kota Surakarta mengungkap tujuh tersangka sendikat pencurian sepeda motor asal Demak yang melakukan aksinya di 70 lokasi berbeda di wilayah Solo dan ditemukan 11 unit kendaraan sebagai barang bukti.

Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Iriansyah, di Solo, Jumat, mengatakan, tujuh tersangka tersebut yakni Mustaqim (34), Imam Syafii (26), Jumain Riwayanto (32), Faizin (26) keempatnya warga Mranggen Kabupaten Demak, sedangkan Sujianto (35) warga gabusan Blora, Slamet (39) warga Gabusan Blora, dan Sulistyowati (49) warga Jambean Kidul Pati, sebagai penadah.

Pengungkapan tersebut, menurut dia, berawal dari laporan masyarakat yang menangkap tersangka Mustaqim saat melakukan aksi di kost Tiga Dara Jebres Solo, 15 Agustus 2014. Polisi melakukan pengembangan kemudian menangkan sindikat pencurian sepeda motor asal Demak itu, termasuk tiga penadahnya.

“Kami terus melacak sepeda motor hasil pencurian sindikat profesional itu, dan kini baru 11 unit sepeda motor yang ditemukan,” katanya.

Ia menjelaskan empat tersangka tersebut melakukan aksinya ke Solo dengan mengendarai dua sepeda motor berboncengan da berangkat sekitar pukul 14.00 WIB. Setibanya di Solo menyebar mulai beraksi sekitar pukul 17.30 WIB.

Menurut dia, para tersangka dengan alat kunci T setelah mendapatkan sepeda motor yang diincar, kemudian dibawa ke daerah sepi untuk mengganti plat nomor dan surat kendaraan yang sudah disiapkan sebelumnya. Sehingga, jika ada pemeriksaan polisi di jalan, mereka bisa menunjukan suratnya sesuai plat nomornya.

Tersangka membawa sepeda motor hasil curian ke arah Pati atau Blora melalui Purwodadi atau dibawa ke tempat penadahnya. Pelaku kemudian bekerja kembali mencari sasaran di Solo.

Menurut dia, para pelaku mempunyai sasaran sepeda motor besar antara lain Yamaha Vixion dan Megapro dengan batas waktu sekitar 22.00 WIB. Tetapi, jika hingga batas waktu tidak memperoleh sasaran, akan mengambil kendaraan seadanya seperti Honda Supra dan Vario.

“Para pelaku ini, melakukan aksinya di Solo, sejak Juni hingga Agustus 2014 sudah 70 kali atau lokasi berbeda. Namun, kami baru menemukan 11 unit sepeda motor,” kata Kapolresta.

Oleh karena itu, Kapolresta mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motornya bisa mendatangi ke Markas Polresta Surakarta untuk mencocokan surat-surat secara fisik. Jika cocok kendaraan bisa diambil tidak perlu mengeluarkan biaya atau istilahnya pinjam pakai barang bukti.

“Kami masih melakukan pengembangan kasus sindikat curanmor itu, karena diduga masih ada pelaku lain dan juga melacak barang bukti lainnya,” katanya.

Atas perbuatan tersangka dijerat pasal 363 KUHP, tentang Pencurian, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara dan pasal 480 KUHP, tentang Penadah barang hasil kejahatan ancaman empat tahun penjara.

Kapolresta pada kesempatan tersebut juga menyerahkan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion Nompol AD 4617 YU milik korban Sarjono (48) warga Jalan Blewah Raya Karangasem Laweyan Solo, yang kendaraannya hilang dicuri pada tanggal 5 Agustus 2014.

Menurut Sarjono, sepeda motor milik hilang saat dipakai oleh putranya, di tempat les rumah gurunya, Kampung Kaplingan Jebres Solo, sekitar pukul 19.30 WIB. Kejadian itu, dilaporkan Polsek Jebres dan setelah diselidikan selam satu bulan motornya bisa ditemukan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *