oleh

Sunlife Syariah Resmi Diluncurkan untuk Hadirkan Perlindungan yang Amanah bagi Masyarakat Indonesia

JAKARTA-PT Sun Life Financial Indonesia memperkuat komitmennya dalam mengembangkan perlindungan berbasis syariah melalui pemisahan unit usaha syariah (spin-off) yang menjadikan PT Sun Life Financial Syariah Indonesia (Sunlife Syariah) sebagai entitas mandiri.

“Langkah ini menandai babak baru bagi Sunlife Syariah untuk lebih fokus menghadirkan solusi perlindungan syariah yang relevan bagi keluarga Indonesia, sekaligus mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah,” kata Albertus Wiroyo, Presiden Direktur Sun Life Indonesia pada Peluncuran Sunlife Syariah di Jakarta, Minggu (01/11/2026).

Menurut Albertus, Sunlife Syariah diperkenalkan secara resmi dalam ajang HijrahFest LinkUp 2026 di Jakarta.  Sunlife Syariah sendiri mengusung semangat “Ikhtiar Anda, Kami Jaga dengan Amanah”. Pemilihan HijrahFest sebagai momentum peluncuran mencerminkan komitmen Sunlife Syariah untuk hadir lebih dekat dengan komunitas Muslim dan keluarga Indonesia.

Mandiri, Lebih Fokus dengan Akar yang Kuat

Kehadiran entitas mandiri ini juga mempertegas komitmen perusahaan untuk mengembangkan perlindungan syariah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung penguatan industri asuransi syariah di Indonesia. Didukung kemitraan dengan tiga bank syariah, yaitu Bank Muamalat Indonesia, CIMB Niaga Syariah, dan Bank Syariah Nasional, serta kanal agensi, Sunlife Syariah memiliki jaringan distribusi untuk memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan syariah.

Kemandirian tersebut juga memungkinkan Sunlife Syariah semakin fokus menjalankan tata kelola dan mengembangkan solusi berbasis syariah. Perusahaan memiliki Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah tersendiri serta berada di bawah pengawasan OJK.

Dengan RBC sebesar 301 persen, di atas ketentuan minimum 120 persen, Sunlife Syariah juga didukung pengalaman Sunlife lebih dari 160 tahun secara global dan lebih dari 30 tahun di Indonesia.

Potensi pasar asuransi syariah di Indonesia masih besar. Berdasarkan data OJK yang dipublikasikan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), penerimaan kontribusi industri mencapai Rp11,72 triliun pada semester I 2026, sementara aset tumbuh 7,09% secara tahunan menjadi Rp50,90 triliun per Juni 2026. Namun, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi  Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks literasi dan inklusi keuangan syariah masing-masing sebesar 43,07% dan 13,24%. Angka tersebut menunjukkan masih luasnya ruang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan memperluas akses terhadap layanan keuangan syariah, termasuk asuransi.

“Spin-off Sunlife Syariah memungkinkan kami lebih berfokus pada pengembangan solusi perlindungan asuransi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan industri asuransi syariah di Indonesia,” tambah Albertus.

Pihaknya ingin mendorong pemahaman yang lebih baik mengenai perlindungan syariah dan memperluas aksesnya, agar lebih banyak keluarga tidak hanya memahami, tetapi juga benar-benar terlindungi. Didukung pengalaman Sunlife secara global dan di Indonesia, Sunlife Syariah berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan finansial keluarga Indonesia.

Amanah untuk Lebih Banyak Keluarga

Bagi Sunlife Syariah, tantangannya bukan hanya memperluas akses terhadap perlindungan, tetapi juga menghadirkan perlindungan yang bisa dipercaya. Karena itu, Amanah tidak hanya menjadi pesan komunikasi, tetapi diterapkan sebagai prinsip dalam cara perusahaan melayani dan mendampingi peserta.

Dalam menjalankan Amanah tersebut, Sunlife Syariah berpegang pada nilai operasional BAIT: Berkah, Amanah, Ikhtiar, dan Tawakal. Dalam bahasa Arab, bait berarti rumah. Nilai tersebut menjadi landasan dalam menghadirkan perlindungan yang sesuai kebutuhan, informasi yang transparan, serta pendampingan ketika peserta membutuhkan perlindungannya.

Sunlife Syariah juga menghadirkan solusi untuk berbagai tahapan kehidupan, mulai dari perlindungan jiwa dan kesehatan, pendidikan, persiapan haji, perencanaan warisan, hingga dana hari tua, termasuk proposisi yang relevan bagi generasi sandwich yang perlu menyeimbangkan kebutuhan perlindungan diri, anak, dan orang tua. Peserta didampingi oleh 487 tenaga pemasar syariah tersertifikasi dan didukung 14 Kantor Pemasaran Mandiri Syariah.

Sementara itu Agung Prambudi, Presiden Direktur Sunlife Syariah, menyampaikan, “Bagi kami, Amanah bukan hanya pesan, tetapi cara kami menjalankan perlindungan. Kami ingin peserta mendapatkan solusi yang sesuai dengan kebutuhannya, memahami perlindungan yang dimiliki, dan terus mendapatkan pendampingan ketika dibutuhkan.”

Dari Perlindungan Menjadi Kebaikan yang Lebih Luas

Amanah dalam asuransi syariah juga diwujudkan melalui prinsip ta’awun atau tolong-menolong. Sebagian kontribusi peserta dialokasikan ke dalam dana tabarru’ sesuai akad dan ketentuan syariah, sehingga peserta dapat saling membantu ketika menghadapi risiko yang dijamin.

Semangat saling menolong tersebut dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas. Ketika terdapat surplus underwriting, sesuai akad dan ketentuan yang berlaku, sebagian manfaatnya dapat diteruskan kepada masyarakat. Dengan demikian, perlindungan syariah tidak hanya menjadi cara untuk menjaga diri dan keluarga, tetapi juga untuk saling menjaga dan menebarkan kebaikan yang lebih luas.

Agung menambahkan, “Melalui prinsip ta’awun, setiap peserta menjadi bagian dari semangat untuk saling menjaga. Inilah yang kami maknai sebagai kebaikan yang meluas, ketika perlindungan yang kita miliki juga dapat membawa manfaat bagi sesama dan masyarakat yang lebih luas.”

Identitas Baru, Komitmen yang Sama

Peluncuran Sunlife Syariah juga berlangsung bersamaan dengan pembaruan identitas merek Sunlife secara global. Identitas baru tersebut mencakup logo sun globe yang lebih modern, penulisan nama merek menjadi satu kata, “Sunlife”, serta semangat global “Making Life Brighter”.

Bagi Sunlife Syariah, identitas baru ini menandai babak baru tanpa mengubah komitmen kepada peserta. Polis, manfaat, dan hak peserta tetap berlaku, sementara perusahaan terus berkomitmen memberikan perlindungan yang relevan, dapat dipercaya, dan berlandaskan Amanah.

“Identitas baru Sunlife mencerminkan komitmen kami untuk terus berkembang dan membantu lebih banyak keluarga Indonesia mempersiapkan masa depan dengan percaya diri. Kehadiran Sunlife Syariah sebagai entitas mandiri menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut, dengan komitmen yang sama untuk mendampingi keluarga Indonesia,” jelas Albertus.

Agung menambahkan, “Berlandaskan Amanah, kami berkomitmen menghadirkan perlindungan yang transparan, mudah dipahami, dan dapat diandalkan. Kami berharap Sunlife Syariah dapat terus mendampingi masyarakat dalam menjaga setiap ikhtiar dan mempersiapkan masa depan yang lebih terlindungi.” (fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *