POSKOTA.CO- Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Drs Unggung Cahyono tak melarang buruh melakukan aksi unjukrasa, tapi tak anarkis.
Unggung mengaku, polisi akan melayani para pengunjukrasa dengan memberikan pengawalan.” Silahkan memberikan pendapat dimuka umum, karena itu dijamin kemerdekaan tetapi harus tertib,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Drs Unggung Cahyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa(9/12).
Unggung mengatakan, Polda metro Jaya akan menerjunkan sekitar 16 ribu personil untuk pengamanan unjukrasa yang digelar, pada Rabu(10/12).
Menurut Unggung, Polda Metro Jaya akan dibackup Mabes Polri. ” Polda dibackup Mabes Polri sekitar 16 ribu personil.Kita akan melakukan pengawalan dari polres masing-masing dari Bekasi Raya dan Tangerang Raya, dan pengawalan dilakukan HI hingga ke Monas,” ujar mantan Kapolda Jawa Timur ini.
Unggung menambahkan, dalam menangani pengunjukrasa Polri akan merujuk kepada Peraturan Kapolri(perkap) Nomor 1/2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian yaitu tidak menggunakan senjata api(senpi). ”
Kita mengedepankan persuasip dengan simpatik, dan kita juga tidak memakai senpi,” pungkas Unggung. Ribuan buruh dari Jabodetabek akan menggelar aksi unjukrasa di sekitar Bundara Hotel Indonesia (HI) dan Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat pada Rabu-Kamis (10-11 Desember 2014).
Mereka menuntut penghapusan tenaga alih daya (outsourcing), perbaikan BPJS dan upah layak.(sapuji)







Komentar