oleh

Dirut Utama PT BI Ditahan di LP Cipinang

Johny Manurung dalam sebuah acara
Johny Manurung dalam sebuah acara

POSKOTA.CO – Kejaksaan Negeri Jakarta Timur menahan Direktur Utama PT BI, Golfried tersangka kasus dugaan korupsi proyek senilai Rp 10 miliar lebih pengadaan hutan Kota, Ujung Menteng, Jakarta Timur ke Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur.

“Hari kemarin, Kasiepidsus dan Kasientel Jakarta Timur, menahan Dirut PT BI, GJ selaku kontraktor proyek Hutan Kota, Ujung Menteng Jakarta Timur ke rutan Cipinang, Jakarta Timur,” kata Jonny Manurung selaku Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Selasa (07/10)

Pria kelahiran Kisaran Sumatera Utara ini, menegaskan pihaknya tidak segan-segan menindak siapapun yang terbukti terlibat dalam kasus yang merugikan keuangan negara sekitar Rp1 miliar lebih. “Kalau terbukti terlibat, saya tidak segan-segan akan meminta pertanggungjawabannya,” jelas Jonny Manurung.

Sementara itu, Kasiepidsus kejari Jaktim, Silvia Desty Rosalina menjelaskan GJ yang merupakan rekanan dalam proyek pengadaan hutan kota tersebut ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga tidak melakukan pekerjaannya sesuai dengan aturan yang telah disepakati dalam perjanjian.

“Ya, GJ tidak melakukan pekerjaan sesuai perjanjian,” jelas Silvia.

Lebih lanjut lagi, Silvia mengatakan tersangka GJ dijerat pasal 2 pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia No 31 tahun 1999 tentang Tipikor Jo UU no 20 tahun 2001 tentang undang-undang Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

“GJ terancam hukuman minimal 4 tahun penjara, maksimal 20 tahun penjara,”ucap Silvia.

Selain GJ yang merupakan Kontraktor, kejari Jaktim juga menerapkan W yang merupakan konsultan pengawas sebagai tersangka dan Kepala Suku Dinas Pertanian dan Kehutanan Jakarta Jakarta Timur, Bambang Wisanggeni (BW) sebagai tersangka.

Meski telah diperiksa, BW dan W belum juga ditahan. Beredar informasi, keduanya dalam waktu dekat juga akan dijebloskan ke rutan Cipinang. Dalam kasis ini negara mengalami kerugian sekitar Rp 1 miliar lebih.

Seperti diketahui kasus ini bermula ketika proyek pembangunan hutan kota Ujung Menteng, Jakarta Timur sejak 12 Juli 2012 sampai 9 Desember 2012 yang meliputi pembuatan area bangunan dan hutan seluas 1,8 hektar. Hutan Kota Ujung Menteng ini dilengkapi sarana jogging track, kolam buatan, mushola, toilet, area parkir, dan gazebo.

Namun seiring waktu berjalan, proyek tersebut tidak berjalan semestinya. Kejari Jaktim pun langsung menetapkan dua tersangka dari pihak swasta, yakni, G selaku kontraktor pengerjaan proyek itu dan W selaku konsultan pengawas proyek

Berdasarkan pemeriksaan dari saksi ahli yang didatangkan pihak kejaksaan, diduga telah terjadi pada pembuatan pagar, saluran air dan jenis pekerjaan lainnya yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi sehingga menimbulkan kerugian negara sekitar Rp 2,3 miliar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *