oleh

Ada Indikasi Makanan Anak-anak di Susupi Narkotika

Penyuluhan BNN
Penyuluhan BNN

POSKOTA.CO – Advokasi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) selasa 30/9 melakukan advokasi terhadap 75 orang pendidik di wilayah hukum DKI Jakarta. Bertempat di Hotel PGC Jakarta Timur.

Kesempatan tersebut, BNN mengharapkan para pendidik mampu memberikan rasa aman dan nyaman terhadap anak usia pendidikan dasar dan menengah yang saat ini sudah terbebani dengan masuknya narkoba dalam kemasan makanan.

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap meluasnya upaya sindikat pengedar narkoba, hingga ke lingkungan sekolah dasar (SD). Untuk itu, orangtua harus lebih peduli pada buah hati tercinta, agar tidak terjerat penyalahgunaan narkotika. Pasalnya, narkoba saat ini tak lagi hanya berbentuk obat semata. Namun oleh orang-orang tak bertanggung jawab dikembangkan dalam bentuk-bentuk lain, berupa jajanan di sekitar lingkungan sekolah.

“Banyak sindikat pengedar semakin cerdik mencampur bahan-bahan narkoba ke dalam jajanan-jajanan yang ada dan mengelabui anak-anak untuk mengkonsumsi. Contohnya seperti Strawberry Crack yang beredar di luar lingkungan sekolah, bercampur dengan Meth dan macam-macam permen lainnya,” ujar Penyuluh Muda Diseminasi Informasi Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN), Hartadi Karta, di Jakarta, Selasa (30/9).

Meski tidak menyebut di sekitar sekolah mana ditemukan jajanan bercampur narkoba, namun temuan kata Hartadi perlu diantisipasi. Jangan sampai para orangtua lengah, dengan membiarkan anak-anak jajan sembarangan di luar sekolah. Karena dapat saja mengakibatkan sang buah hati tercinta terjerumus bahaya narkoba.

Selain itu orangtua harus ekstra memperhatikan prilkau anak. Karena itu Hadi W. dari Anggota Dewan Pendidikan Jakarta Timur menghimbau harus ekstra ketat memperhatikan prilaku anak

“Bahayanya anak sudah mengenal narkoba dari berbagai sisi. Baik dari sisi jajanan, pengaruh teman dan cara dia mencari tahu,” kata Hadi
Karena itu BNN kata Hadi, Dewan Pendidikan Jakarta Timur, berusaha semaksimal mungkin memberi pemahaman terhadap para guru dan orangtua murid. Salah satunya menggelar berbagai diskusi. “Langkah ini akan terus dilanjutkan, sehingga para guru dan orangtua murid dapat memeroleh pemahaman yang baik dan dapat saling berbagi pemahaman dengan orangtua lainnya,” pungkas hadi. (hais)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *