oleh

34 WARGA DITANGKAP DALAM KASUS PEMBAKARAN LAHAN

Petugas berusaha memadamkan  api -dok-
Petugas berusaha memadamkan api -dok-

POSKOTA.CO – Sehari pascapembukaan kembali Posko Satgas Siaga Asap, Polda Riau menyatakan sudah ada 34 warga yang ditangkap dalam dugaan kasus pembakaran lahan serta pembalakan liar.

“Sampai sekarang ada 34 orang yang ditangkap, penangkapan terakhir empat orang di Kabupaten Bengkalis,” kata Kabid Humas Polda Riau, AKPB Guntur Aryo Tejo, kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu.

Ia mengatakan puluhan orang yang diamankan tersebut merupakan warga biasa. Ada ditangkap karena melakukan pembakaran lahan, dan beberapa diantaranya akibat melakukan pembalakan liar.

Ia mengatakan Polda Riau mulai aktif melakukan operasi pencegahan kebakaran lahan dan puluhan orang tersebut merupakan hasil operasi polisi sejak akhir Mei lalu. “Kasusnya masih dalam proses,” katanya.

Ia mengatakan, Kapolda Riau Brigjen Pol Condro Kirono telah memerintahkan agar semua jajarannya untuk bekerja keras untuk tindakan prepentif dan represif dalam menangani kebakaran hutan dan lahan.

“Bahkan Kapolda Riau telah memerintahkan kepada seluruh Kapolsek selama musim kebakaran jangan ada di kantor, tetapi harus terjun ke lapangan mencari tahu penyebab kebakaran,” katanya.

Pemprov Riau sendiri telah membuka kembali Pos Komando Satgas Siaga Asap di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, sejak 24 Juni lalu. Pemerintah daerah terus berupaya agar kebakaran tidak meluas yang bisa kembali menyebabkan bencana asap seperti awal tahun 2014.

Meski begitu, Satelit Tera dan Aqua terus mendeteksi banyak titik panas (hotspot) yang terus bermunculan, bahkan ada 366 titik tersebar di Provinsi Riau pada 25 Juni ini. Total “hotspot” di Pulau Sumatera mencapai 386 titik dimana sebagian besar diantaranya berada di Riau. Jumlah titik panas mengalami lonjakan tinggi dibandingkan pantauan satelit pada Selasa petang (24/6), yang mencapai 85 titik.

“Berdasarkan laporan dari BMKG pada pukul 07.00 WIB, total titik panas di Riau mencapai 366 titik,” kata Kepala Divisi Informasi dan Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo.

Ia menjabarkan, titik panas yang menjadi indikasi kebakaran lahan dan hutan terdeteksi di sembilan kabupaten dan kota. Titik panas terbanyak berada di Kabupaten Rokan Hilir yang mencapai 221.

Sebaran titik panas lainnya berada di Kabupaten Bengkalis (57), Kepulauan Meranti (2), Kota Dumai (59), Kabupaten Pelalawan (19), Siak (1), Indragiri Hulu (1), Indragiri Hilir (3), dan Kuantan Singingi (3).

Ia mengatakan tingkat kepercayaan atau keakuratan data di atas 70 persen mencapai 215 titik yang terindikasi kuat merupakan titik api.

Ia mengatakan, dampak kebakaran lahan dan hutan mulai terlihat di daerah pesisir Riau karena asap telah menurunkan jarak pandang (visibility). Di Kota Dumai jarak pandang pada pukul 07.00 WIB turun menjadi 2 kilometer (Km) akibat adanya asap.

Meski begitu, jarak pandang masih relatif aman untuk penerbangan dari Bandara Pinang Kampai di Dumai. Sedangkan, jarak pandang di Pekanbaru masih bagus, yakni mencapai 7 Km.

“Di Pekanbaru memang relatif bersih, karena angin tidak mengarah kesana. Yang dikhawatirkan sekarang adalah asap terbawa angin sampai ke negera tetangga,” kata Agus.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *