oleh

POLISI LAKUKAN PENDEKATAN KALI KOPI

Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Kepala Kapolisian Daerah Papua, Irjen Polisi Tito Karnavian meminta jajaran Polres Mimika melakukan pendekatan persuasif ke kelompok-kelompok yang berseberangan dengan NKRI, termasuk kelompok “Kali Kopi”.

Kepada wartawan di Timika, Rabu, Tito mengatakan pendekatan kepada kelompok-kelompok yang berbeda haluan dengan NKRI itu untuk memastikan bahwa penyelenggaraan Pemilu Presiden 9 Juli 2014 bisa berjalan aman dan lancar di Mimika.

Menurut Kapolda Papua, di Timika terdapat kelompok-kelompok yang berseberangan dengan ideologi NKRI baik kelompok yang perjuangannya menggunakan cara-cara kekerasan seperti kelompok ‘Kali Kopi’ maupun kelompok-kelompok yang menggunakan cara-cara non kekerasan.

“Saya sudah menginstruksikan agar kepada kedua kelompok ini dilakukan pendekatan persuasif,” ujar Tito.

Untuk mengantisipasi potensi terjadinya gangguan keamanan di TPS-TPS saat Pemilu Presiden 9 Juli, Kapolda Papua telah meminta jajaran Polres Mimika melakukan penebalan pengamanan di daerah-daerah yang dianggap terdapat anggota kelompok tersebut.

Penebalan pengamanan di lokasi-lokasi itu melibatkan personel Brimob dibantu prajurit TNI.

“Kita berharap TPS-TPS di lokasi itu bisa menyelenggarakan Pilpres dalam kondisi aman, tanpa gangguan apapun,” harapnya.

Polda Papua mengidentifikasi ada lima kelompok bersenjata yang berpotensi mengganggu jalannya Pemilu Presiden 9 Juli 2014 di wilayah itu.

Kelima kelompok bersenjata yang patut diwaspadai yaitu kelompok di perbatasan Skow Kabupaten Jayapura dengan Wutung, Papua Nugini (PNG).

Kelompok bersenjata di wilayah itu sudah beberapa kali melakukan aksi penembakan terhadap aparat keamanan Indonesia pada April dan Juni 2014.

Selain itu kelompok bersenjata di Kabupaten Puncak Jaya dan Lani Jaya, kelompok bersenjata di Kabupaten Paniai, kelompok bersenjata di Kabupaten Yapen dan kelompok bersenjata di Kali Kopi Kabupaten Mimika.

Menghadapi Pemilu Presiden 9 Juli mendatang, Polda Papua mengerahkan dua pertiga dari kekuatannya yang ada di seluruh wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Sekitar 10.000 anggota yang akan dilibatkan untuk pengamanan Pilpres di Papua dan Papua Barat,” ujarnya.

Mantan Komandan Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri itu mengatakan situasi kamtibmas di Papua dan Papua Barat menjelang perhelatan Pemilu Presiden 9 Juli 2014 secara umum aman dan terkendali.

Soal adanya ancaman boikot dari kelompok tertentu yang ingin mengganggu jalannya Pemilu Presiden di Papua dan Papua Barat, Tito mengatakan potensi tersebut tidak signifikan.

“Hanya kelompok itu-itu saja, saya kira tidak signifikan. Saya yakin masyarakat Papua tidak terpengaruh,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *