oleh

10 Bus Angkutan Lebaran Tak Lulus Pemeriksaan di Terminal Pulogebang

JAKARTA – Berikan kendaraan terbaik bagi pada pemudik, Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB) Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur, melakukan ramp check atau pengujian kendaraan khusus angkutan lebaran. Kegiatan itu pun dilakukan di Terminal Terpadu Pulogebang sejak 3 April hingga 18 April 2024mendatang.

Kepala UP PKB Ujung Menteng Masdes Arofi mengatakan, ramp check ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik. Dan dalam pelaksanaannya, pihaknya menyatakan bahwa ada 10 kendaraan yang tidak lulus pengujian. “Kendaraan yang tidak lulus kami minta segera melakukan perbaikan jika ingin tetap melayani pemudik,” katanya, Sabtu (6/4/2024).

Dikatakan Masdes, kendaraan yang lulus pemeriksaan langsung dipasangi stiker pada kaca depan, sebagai bukti telah mengikuti ramp check. Sedangkan yang tidak lulus direkomendasikan agar tidak membawa penumpang saat arus mudik ini. “Biasanya dari perusahaan bus langsung mengganti dengan armada baru mereka agar tetap dapat mengangkut penumpang,” ujarnya.

Masdes menambahkan, dari jumlah armada yang tidak lulus ini 19 persen faktornya adalah soal pintu darurat yang dipasangi kursi tambahan. Ada juga bus yang masih menggunakan ban vulkanisir yang ditemukan sebanuak 14 persen.

Selain itu 11 persen sabuk pengaman tidak ada dan sisanya faktor lain-lain. Seperti tidak adanya alat pemecah kaca, alat pemadam api ringan (APAR), ban gundul, wiper tak berfungsi, mika lampu utama buram dan sebagainya

“Kendaraan yang dioperasikan untuk angkutan lebaran ini harus benar-benar prima, demi keamanan dan kenyamanan penumpangnya. Pengemudi juga harus sehat, tidak terpengaruh obat-obatan,” tuturnya.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha UP PKB Ujung Menteng Dony Erlan Prasetyo menambahkan, dalam melakukan ramp check ini pihaknya mengerahkan 60 petugas uji mekanis. Setiap hari mereka bekerja mulai dari pukul 07.00 hingga 21.00 WIB.

“Armada yang tidak lulus ramp check sudah direkomendasikan untuk tidak beroperasi. Mereka boleh beroperasi jika kekurangannya itu diperbaiki,” tukasnya. (*/ifand)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *