PURNAMA PRAMBANAN ke- 68

Pikiran melayang silam Berapa musim itu berlalu Pergi membawa bilur-bilur Tuk mencari sarang hangat Temui rahim yang simpan dirinya Susu yang ia

PURNAMA PRAMBANAN ke -67

Mencoba memperbaiki Belajar untuk menjadi lebih baik Berusaha adil walau itu tak mungkin Langkahkan kaki lurus ke depan POSKOTA.CO – Sepulang berlibur

PURNAMA PRAMBANAN ke-66

Telah tergambar Di masing-masing hati Taman bunga nan wangi Mekar bersemi kala pagi Mengajak senyum menghias bibir POSKOTA.CO – Setelah puas bermain

PURNAMA PRAMBANAN ke- 65

Angin bertiup membawa nada Melodi lembut menyusupi hati Judul tembang itu enak terdengar di telinga POSKOTA.CO – Diana dan adik- adiknya memeluk

PURNAMA PRAMBANAN ke- 64

Diana melihat dari kejauhan Keluarganya berkumpul Keluarganya bermain pasir dan air Mereka basah tetapi tidak kedinginan POSKOTA.CO – Diana berjalan perlahan ke

PURNAMA PRAMBANAN ke- 63

Pasir dan ombak sarang hangat Cengkrama dan tawa disana Mentari menjadi saksi bahagia Burung elang terbang tinggi di angkasa POSKOTA.CO – Diana

PURNAMA PRAMBANAN ke- 62

Hangatnya seperti sinar mentari Menjalari sudut-sudut ruang hati Ruang Dingin dan gelap itu Kini menjadi hangat dan terang POSKOTA.CO – Tepukan mamanya

PURNAMA PRAMBANAM ke- 61

Matahari tak pernah ingkar janji Dia datang temui dan mencumbui hari Lembut hangat garang lalu mengalah pergi Dia pergi untuk esok datang

PURNAMA PRAMBANAN ke- 60

Malam semakin pekat Laut dan gelap menyatu Air tumpah dari langit menyentuh pasir dalam irama Dan ngin kencang menyelaskan malam Nafas nafas

PURNAMA PRAMBANAN ke-59

Langit sudah berwarna jingga Malam sebentar lagi menyapa Semilir angin mengayun lirih daun nyiur Ombak menyentuh bibir pantai dalam setia dan cinta

PURNAMA PRAMBANAN ke- 58

POSKOTA.CO – Kecipak ombak bergulung nuju tepi Hangatnya pantai dan bau pasir yang khas Birunya lagit kala wajah tengadah Cakrawala adalah batas

PURNAMA PRAMBANAN ke- 57

POSKOTA.CO – Sandiwara dengan judul Senin-Kamis selalu dimainkan dengan baik. Romansa dan tawa dari bibir bergincu berhasil mengecoh penonton dengan sempurna. Siapa

PURNAMA PRAMBANAN ke- 56

POSKOTA.CO – Jembatan penghubung untuk menghubungkan sebuah cinta adalah yang Diana pinta kepada Sang Pencipta. Seorang anak yang dalam benaknya tumbuh subur

PURNAMA PRAMBANAN ke- 55

POSKOTA.CO – Mentari pagi yang menyembul di ufuk timur, sinarnya membuat hangat dan terang bumi dan seluruh isinya. Seperti itu keberadaan Diana

PURNAMA PRAMBANAN ke- 54

POSKOTA.CO – Mengalahkan diri memang hal paling sulit dalam hidup. Sebuah kerendahan hati dibutuhkan sebagai amunisi untuk menembak diri sendiri. Bukan sebuah

PURNAMA PRAMBANAN ke- 53

POSKOTA.CO – Hari itu Minggu sore, cuaca cukup bersahabat. Tidak panas tetapi juga tidak dingin. Angin kadang bertiup semilir, membuat daun-daun di

PURNAMA PRAMBANAN ke- 52

POSKOTA.CO – Setelah melalui permenungan panjang, bincang diam dengan Sang Pencipta, Diana ingin melakukan tindakan yang Ia harapkan bisa membuat hangat jiwa

PURNAMA PRAMBANAN ke- 51

POSKOTA.CO – Meskipun sikap Mbak Retno sering uring-uringan setelah pengalihan uang saku ke Rekening Diana, tetapi ia masih baik kepada anak-anaknya di

PURNAMA PRAMBANAN ke- 50

POSKOTA.CO – Sate ayam dan sate kambing menyisakan tusuknya. Tinggal sambal kacang dan sambal kecap yang belepotan di atas piring-piring putih. Makan

PURNAMA PRAMBANAN ke- 49

POSKOTA.CO – ” Mamaku sayang…..yang paling ayu sedunia, maksud papa membuatkan rekening bank untuk Diana adalah, agar Diana belajar mengelola keuangan. Dia

PURNAMA PRAMBANAN ke-48

POSKOTA.CO – Sesampai di rumah, Diana segera bergegas ke dapur utuk menyiapkan makan malam di bantu oleh ke dua adiknya Ajeng dan

PURNAMA PRAMBANAN ke-47

POSKOTA.CO Kesempatan berbicara dengan Papa Haryadi akhirnya datang juga. Waktu itu hari Selasa sore, Diana disuruh mamanya membeli lauk untuk makan malam.

PURNAMA PRAMBANAN ke- 46

POSKOTA.CO – Kebahagiaan bertemu dengan mamanya seperti bunga Cangkok Wijaya Kusuma yang mekar di tengah malam. Bagaimana kelopak bunga tersebut terbuka satu

PURNAMA PRAMBANAN –45

POSKOTA.CO – Diana asyik belajar dan mengerjakan PR bersama Ajeng dan Asih. Di kamar Diana yang cukup resik dan rapi kakak beradik

PURNAMA PRAMBANAN 44

POSKOTA.CO – Ada rasa sepi dan kehilangan ketika Tante Dewi pulang ke Yogya. Selama di Jakarta Diana tidur bersama Tantenya, ada yang

PURNAMA PRAMBANAN 43

POSKOTA.CO – Mbak Retno adalah anak Eyang Praja yang istimewa. Baik secara fisik maupun kecerdasannya. Selain mempunyai paras cantik dan bentuk tubuh

PURNAMA PRAMBANAN 42

POSKOTA.CO – Hari ini hari pertama Diana di sekolah barunya. Papa Hary sendiri yang mengantarnya ke sekolah dengan mobilnya. Kebaikan dan perhatian

PURNAMA PRAMBANAN 41

POSKOTA.CO – ” Aduh….anak papa cantik sekali. Papa harus ketat menjagamu nak” ” Makasih pa….senengnya Diana punya papa yang baik dan mau

PURNAMA PRAMBANAN 40

POSKOTA.CO – Mbak Retno bersiap-siap menyambut kedatangan suaminya. Begitu bangun dari tidur siangnya, ia mandi keramas agar segar dan wangi. Rok terusan

PURNAMA PRAMBANAN 39

POSKOTA.CO – Mbak Retno dan Diana berjalan berdua ke luar gang, mereka ke arah Pasar Ampera untuk mencari bajaj. Siang ini Mamanya

PURNAMA PRAMBANAN 38

POSKOTA.CO – Gelap malam pukul 2 pagi cukup pekat, bunyi pagar di dorong memecah heningnya malam. Suaranya cukup keras sehingga membangunkan lelap

PURNAMA PRAMBANAN 37

POSKOTA.CO – Sambil bercanda karena bingung soal transportasi ke sekolah, Diana akhirnya bilang ” ohhh….Ajeng naik bajaj ke sekolah dan Asih jalan

PURNAMA PRAMBANAN 36

POSKOTA.CO – Diana sekarang punya seorang mama, sesuatu yang ingin dia kecap sejak lama. Ini bukan mimpi, ini bukan halusinasi….ini nyata. Banyak

PURNAMA PRAMBANAN 35

POSKOTA.CO – Sejenak Diana dan ibunya saling tertegun. Tidak bisa berkata apa-apa dan hanya saling pandang dalam kagum. Mbak Retno tak kalah

PURNAMA PRAMBANAN 34

POSKOTA.CO – Diana sedikit kaget ketika Tante Dewi membangunkannya. Rasanya masih ingin tidur dan malas sekali untuk membuka mata. ” Diana sayang….bangun

PURNAMA PRAMBANAN 33

POSKOTA.CO – Ketika peluit ditiup dan pengumuman dari pengeras suara mengumumkan Kereta Api senja Utama jurusan Yogya dengan tujuan Jakarta….diberangkatkan. Seketika meledaklah

PURNAMA PRAMBANAN 32

POSKOTA.CO – Diana senang berada di rumah eyang putrinya. Rumah yang bagus dan asri, semua tertata dan terawat dengan baik. Meubel-meubel kuno

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.