POSKOTA.CO – Kecipak ombak bergulung nuju tepi
Hangatnya pantai dan bau pasir yang khas
Birunya lagit kala wajah tengadah
Cakrawala adalah batas maya yang indah
Mega-mega menari seperti tarian selamat datang….
Papa Hary tepati janji kepada anak-anak gadisnya dan tentu saja kepada Mbak Retno yang ia puja. Istri yang tidak pernah ia bagi hati dan waktunya pada hari Minggu….hari liburnya. Praktis Papa Hary tidak pernah mengajak Mbak Retno berlibur. Ia tersadar dan merasa bersalah, selama ini mengunjungi Mbak Retno adalah hanya sebuah gairah seks yang sangat menyenangkan.
Papa Hary melihat dan merasakan, anak gadisnya yang sulung Diana membawa hawa baik di rumah. Ia sendiri menjadi terpengaruh dan sampai pada sebuah titik kesadaran. Selama bertahun-tahun mempunyai istri muda ternyata ia adil dengan cara hitung-hitungan matematika. Banyak yang harus ia perbaiki sehubungan dengan keputusannya berpoligami.
Papa Hary sadar, sebagai manusia biasa tak mungkin ia bisa adil. Rasa atau perasaan adalah hal tersulit untuk ia bagikan dengan adil! Yang ke satu sekedar menunaikan sebagai kewajiban, sedang yang ke dua membuatnya bergejolak dan ingin selalu membuatnya mereguk gejolak tersebut.
Tubuh mbak Retno itu selalu ingin ia peras peluhnya di ranjangnya yang hangat. Papa Hary laki-laki biasa….laki-laki normal yang jatuh pada membandingkan ke dua istrinyanya di tempat tidur. Mau tidak mau! Sadar tidak sadar!
Berkendara menuju Merak, Mbak Retno sekeluarga berbahagia dalam senyum dan tawa. Canda dan senandung nyanyian mengiring sepanjang perjalanan. Mobil Papa Hary penuh dengan wanita-wanita cantik yang membuatnya bangga kala membawa. Mereka hendak menginap semalan di sekitar Pantai Anyer.
” Pa nanti berenang dan bermain di laut ya” celetuk Asih
” iya…rugi kalau kita ke pantai tapi hanya berenang di hotel ” Diana menyahut adiknya
” Ajeng mau mandi pasir di pantai sambil menggosok daki biar bersih”
Papa Harypun menyerahkan kegiatan selama berlibur kepada anak-anak dan istrinya. Kali ini dia yang menurut kepada mereka. Dia lirik istrinya yang duduk di di sampingnya. Cantik dan sexy dalam balutan celana pendek berwarna putih dan kaos longgar dengan motif kembang-kembang biru muda campur kuning. Model kaos mbak Retno siang ini bahunya model sabrina/terbuka. Leher mbak Retno yang jenjang dan putih semakin seksi.
(Bersambung..BY: Wita Lexia
..)







Komentar