oleh

elebgram Revina VT Memohon Ketemu Motivator Dedy Susanto Untuk Maaf

POSKOTA. CO – Selebgram Revina VT mengungkapkan keinginannya bertemu dengan motivator Dedy Susanto, seterunya di dunia maya. Menyusul pertemuan perdamaian (Rabu, 7/4/2021)  dua kuasa hukum, mewakili Revina VT & Dedy Susanto, di bilangan Tebet, Jakarta Selatan.

“Aku sangat ingin bertemu dengan pak Dedy Susanto untuk meminta maaf langsung, setelah permintaan maaf melalui media massa yang diajukan pak Dedy sebagai bagian syarat damai yang disepakati antara kuasa hukum aku dengan kuasa hukum bapak Dedy,” ujar perempuan ayu berkulit putih itu didampingi Rusdin Ismail SH MH, senior partners kantor LCP Law Firm, di Jakarta, Kamis (29/4/2021).
Penyesalan sang Selebgram itu menjadi bagian yang harus dibayarkannya selain materi ratusan juta rupiah setelah penyidik Polda Metro Jaya menyita akun Instagram Revina VT. Menyusul laporan pencemaran nama baik Dedy Susanto pada 21 Februari 2020.
Revina pun tak tinggal diam. Tiga hari kemudian iapun melaporkan Dedy Susanto terkait tindak pidana tenaga kesehatan. “Waktu itu saya mendapat informasi bahwa pak Dedy bukan psikolog dengan membuka terapi psikologi,” ujarnya.
Menanggapi adanya kesepakatan damai, Rusdin Ismail mengungkapkan bahwa terhadap perkara yang dilaporkan sdr. Dedi Susanto ini telah tercapai kesepakatan damai dan ditanda tangani oleh kedua pihak dan diketahui kuasa hukum. “Perdamaian itu di daerah Tebet, Jakarta Selatan, 7 April 2021,” urai pengurus DPP Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) itu.

AWAL SETERU

Nama Dedy Susanto ramai dibicarakan setelah ada pengakuan dari Revina VT bahwa DS mengajaknya berkolaborasi di YouTube. Tapi Selebgram itu lebih dulu mencari tahu sosok calon mitranya, yang konon motivator & terapis psikologis.
Informasi pun didapat lajang 25 tahun itu. Di antaranya Dedy pernah melakukan pelecehan atas pasiennya dengan modus mengajak korban terapi di kamar hotel, selain informasi bahwa Dedy tak memiliki lisensi praktik sebagai psikolog.
Singkatnya, informasinya disebar melalui medsos Instagram termasuk cerita percakapan korban yang belakangan menjadi polemik antar-netizen bahkan di antaranya menghujat Revina karena dianggap mematikan rejeki orang.
Tuduhan yang dianggap tak berdasar lantaran tidak kenal para korban dimaksud Revina serta meraih titel doktor (S-3) psikolog dengan telah menerbitkan tujuh buku terkait psikologi, Dedy melaporkan Revina VT terkait chat rekayasa & manipulasi data elektronik.
“Laporan polisi dia ke saya tidak ada pemanggilan polisi sama sekali sudah 6 bulan, karena korbannya memang tidak ada. Korban-korban fiktif yg sengaja dibuat untuk menjatuhkan saya. Laporan saya ke dia jelas berawal dari saya bilang bahwa LBGT bisa sembuh,” tulis akun diduga milik Dedy Susanto yang diunggah oleh @ifotainment. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *