oleh

Aptisi dan PT. Surge Didukung Kemdiktisainteks Berupaya Wujudkan Kampus Berkualitas

JAKARTA-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendukung percepatan ekosistem akademik yang maju dan aksesibel di Indonesia melalui kolaborasi antara Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge).

Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman tentang penyediaan layanan internet untuk perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia, yang dilakukan antara Aptisi dan Surge di kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Selasa.

“Hal ini merupakan terobosan yang luar biasa. Kami mengapresiasi langkah strategis ini di era di mana sains, teknologi, dan pengetahuan menjadi salah satu kunci kemajuan bangsa,” kata Mendiktisaintek dalam kegiatan tersebut.

Menteri Brian menekankan terdapat potensi besar dalam luasnya akses sumber pengetahuan saat ini ditambah golden age mahasiswa, yakni 4 tahun dengan kemampuan perkembangan pengetahuan yang tinggi.

Perguruan tinggi diharapkan dapat membangun lingkungan akademik yang dapat mendukung perkembangan ini serta membangun jejaring yang mumpuni, sehingga menghasilkan talenta yang dapat menopang kemajuan Indonesia.

Sejalan dengan hal ini, Mendiktisaintek menyebut pihaknya tengah menyiapkan video bahan ajar yang dibuat oleh dosen-dosen terbaik dari seluruh wilayah di Indonesia, untuk membantu proses belajar-mengajar para dosen.

Dengan adanya akses internet, program ini juga akan semakin mendorong kemajuan perguruan tinggi di wilayah terpencil.

Terbangun SDM Unggul

“Akses internet murah ini dampaknya tidak akan hanya di generasi kita saja, tetapi kedepan akan terbangun SDM unggul dari berbagai daerah,” ujar Brian.

Sementara itu, salah satu pemilik saham utama Surge Hashim Djojohadikusumo menilai peningkatan penetrasi internet memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, keterjangkauan akses internet tidak hanya akan mendukung proses pembelajaran mahasiswa dan dosen, tetapi juga membuka peluang penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), koperasi desa, hingga pengembangan ekonomi digital di berbagai daerah.

“Ini adalah sebuah kesempatan untuk kita mendorong pertumbuhan. Akses internet ini bisa mendongkrak kualitas hidup masyarakat di berbagai wilayah. Bagi Bangsa Indonesia,” ucap Hashim.

Ketua Umum Aptisi Muhammad Budi Djatmiko menyampaikan bahwa keberadaan akses internet ini diharapkan dapat memperkuat akses pendidikan tinggi di berbagai daerah sekaligus mendorong peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi (PT) nasional yang berada pada angka 32,89 persen per Desember 2025 (Badan Pusat Statistik).

Melalui kerja sama ini, Budi berharap PTS di berbagai daerah di Indonesia dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses pembelajaran, memperkuat kualitas pendidikan, dan membangun ekosistem riset serta inovasi yang lebih inklusif. (fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *