oleh

Menjadi Kristen Sejati

POSKOTA.CO – Kita boleh memiliki uang dan harta lebih banyak dari org lain, tetapi satu hal yang pasti, kita tidak akan pernah bisa memiliki waktu yang lebih banyak dari orang lain.

Mazmur 90:10, Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan. Sebab berlalunya buru-buru dan kami melayang lenyap.

Penulis mengajak, mari coba kita menghitung uangmu dan coba menghitung pula waktumu. Apakah hari ini anda hidup lebih lama dari saya…??? Ternyata tidak. Kita sama-sama memiliki waktu yang sama yakni 24 jam sehari. Siapapun dia, entah anda atau saya, entah apa jabayan yang anda punya, tidak bisa menambahkan atau mengurangi waktu.

Pesan Tuhan dalam kitab Efesus 5:15-16. Karena itu, perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Hidup harus di nikmati dan di sukuri. Tanpa terasa kita sudah memasuki tahun 2021.
Coba kita evaluasi apa saja yang sudah kita lakukan selama satu tahun ini…???
Apakah kita hidup memuliakan Tuhan atau sebaliknya…???.
Ingat!, agama mengajarkan kita untuk tidak berbuat dosa.
Tapi harus juga diingat, berapa banyak dosa yang kita buat, atas nama agama. Jadilah orang kudus yang hidupnya berkenan hanya kepada Tuhan.
Dunia menawarkan kenikmatan tapi “Semu”. Tuhan memberikan hidup yang “kekal”.
Anda dan saya pilih yang mana…!!!.

Tuhan tidak menghendaki kita umatNya hidup dalam ke-sia-sian. Maka itu, Kitab Efesus 5:17-18 berkata, Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.

Badai Coviid 19 yang melanda dunia dan Indonesia, telah mengajarkan pada kita untuk tidak mabuk pada keadaan. Semua orang saat ini mawas diri, hidup dalam keprihatinan dan kehati-hatian.
Kenapa bisa begitu…???
Karena kita semua merasa ada ancaman yang bisa membawa pada kematian.

“Dan buah apakah yang kamu petik daripadanya?. Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian,”demikian kata Yapy M Doroh, majelis jemaat GPIB Zebaoth Bogor mengutip Kitab Roma 6:21.

Hal lain, kenapa waktu kemarin sebelum ada pandemi Covid 19 kita tidak sadar…???.
Kita seakan tidak peduli dengan kesehatan kita. Misalnya, kita terkadang lupa cuci tangan sebelum makan.

Itulah manusia, jika berada dalam keadaan aman dan tenteram, kita selalu lupa diri, merasa kuat, mampu dan yang paling berbahaya, kita sok berkuasa.

Penulis mengajak kita semua untuk memahami pesan Tuhan dalam kitab Nehemia 9:28. Tetapi begitu mereka mendapat keamanan, kembali mereka berbuat jahat di hadapan-Mu dan Engkau menyerahkan mereka ke tangan musuh-musuh mereka yang menguasai mereka.
Dalam keadaan demikian, kembali mereka berteriak kepada-Mu dan Engkau mendengar dari langit, lalu menolong mereka berulang kali, karena kasih sayang-Mu.

Jangan jadi orang Kristen “tomat”, tobat lalu kumat lagi. Jadilah orang yang benar yang pertobatannya bisa dirasakan oleh semua orang.

“Engkau memperingatkan mereka dengan maksud membuat mereka berbalik kepada hukum-Mu. Tetapi mereka bertindak angkuh, mereka tidak patuh kepada perintah-perintah-Mu dan mereka berdosa terhadap peraturan-peraturan-Mu, yang justru memberi hidup kepada orang yang melakukannya. Mereka melintangkan bahu untuk melawan, mereka bersitegang leher dan tidak mau dengar,”demikian nats Alkitab dalam Nehemia 9:29.

Pandemi Covid 19 membuat banyak orang tiarap dan bahkan bersembunyi. Gunakanlah kesempatan Covid 19 ini untuk kita mendekat diri kepada Tuhan, bukan kepada yang lain…!!!
Ini peringatan yang sangat serius. Jadi bertobatlah sekarang juga…!!!

Janganlah perbuatanmu selalu mendatangkan dosa dan dosa itu di bina dan di pelihara terus menerus.
Tidak ada seorangpun yang tau kapan dia meninggal. Waktu Tuhan adalah rahasia bagi manusia.

Nehemia 9:30 berkata, Namun ber tahun-tahun lamanya Engkau melanjutkan sabar-Mu terhadap mereka. Dengan Roh-Mu Engkau memperingatkan mereka, yakni dengan perantaraan para nabi-Mu, tetapi mereka tidak menghiraukannya, sehingga Engkau menyerahkan mereka ke tangan bangsa-bangsa segala negeri.

Peringatan demi peringatan telah kita abaikan. Janganlah abaikan lagi peringatan saat ini. Jangan permainkan kesabaran dan kasih sayang Tuhan…!!!

“Tetapi karena kasih sayang-Mu yang besar Engkau tidak membinasakan mereka sama sekali dan tidak meninggalkan mereka. Karena Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang,”sabda Tuhan dalam Kitab Nehemia 9:31.

Memasuki tahun 2021 yang belum kita ketahui apa yang akan terjadi didalamnya, kita jangan terlalu pesimis, meskipun banyak kabar burung yang menyatakan, bahwa suasana dan keadaan bukan menjadi lebih baik, malah sebaliknya akan semakin memburuk dan terpuruk.

Lebih-lebih di tengah situasi pandemi Covid 19, krisis global yang melanda seluruh dunia saat ini.
Harga barang kebutuhan pokok sehari-hari semakin membengkak dan tentunya kita juga akan ikut terkena imbasnya.
Roda kehidupan di masa mendatang akan lebih berat lagi…!!! Tapi percayalah, Tuhan selalu ada untuk kita.

Menyikapi hal-hal yang sedemikian, kita tidak perlu takut ataupun gentar, karena apapun yang terjadi, semua itu sudah ada dalam rencana Tuhan..

Satu hal yang harus kita yakini , bahwa Tuhan tidak pernah merancangkan yang jelek bagi orang-orang yang selalu berharap kepadaNya. Hari depan selalu penuh harapan. Itu janji Tuhan….!!!.

Mari kita semakin dekat dan melekat kepada Tuhan, agar bilamana masa-masa sukar itu tiba, kita akan selalu aman dan nyaman.
Seperti anak-anak ayam yang senantiasa tenang ketika sedang berada dalam perlindungan kepak sayap induknya.

Terima kasih Tuhan, jika sampai hari ini Engkau memberi kesempatan pada kami, hari ini juga semua kami bertobat, mohon ampun dan berbalik dari jalan-jalan kami yang jahat dan mulai hari ini kami semua percaya hanya kepada kuasaMu. (#)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *