oleh

Ibadah Sholat Membuat Hidup Jadi Indah dan Berkah

POSKOTA.CO-Sejatinya manusia itu diciptakan oleh Allah Swt untuk beribadah kepada-Nya. Hal itu sebagaimana Firman Allah Swt :” Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah.” (QS.Al-Dzariyat: 56).

Dalam Kitab Tanbihaat Mukhtasharah ibadah secara bahasa berarti perendahan diri, ketundukan dan kepatuhan. Sedangkan Al Imam Ibnu Taimiyyah mendefinisikan ibadah sebagai sebuah nama yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah Swt berupa perkataan atau perbuatan, amalan zhahir dan batin.

Dari penjelasan Imam Ibnu Taymiyyah dapat kita simpulkan bahwa pengertian ibadah sangat luas dan mencakup seluruh aspek kehidupan baik terkait hubungan dengan Allah Swt (hambulumminallah) maupun terkait hubungan dengan sesama manusia (hablumminannas) dengan syarat bahwa perkataan dan perbuatan itu yang dicintai dan diridhai Allah Swt.

Dalam praktik kehidupan sehari-hari sebagai seorang muslim sudah sepatutnya menjunjung tinggi perintah Allah swt dalam firman-Nya itu untuk mengarahkan seluruh aktifitas hidup dalam rangka ibadah dan pengabdian kepada Allah swt, siapapun kita dan apapun yang kita lakukan dari mulai bangun dari tidur, saat tidur dan kembali beraktifitas setelahnya.

Taufik Ismail, penyair senior kita, dalam puisinya yang terkenal “Sajadah Panjang” yang juga jadi lagu religi Sholawat Bimbo, menyampaikan, bahwa hidup ini adalah ibadah dan pengabdian yang diibaratkan dengan sajadah panjang yang terbentang dari kaki buaian sampai ke tepi kuburan seorang hamba. Jadi dari sejak manusia terlahir ke dunia, balita, remaja, dewasa sampai lansia yang berakhir pada kematian sepatutnya kita arahkan hidup kita hanya untuk beribadah alias pengabdian kepada Sang Pencipta. Sholat sebagai miniatur pengabdian dalam hidup.

Sebagai muslim tentu kita sangat ingin sekali jika kita mampu menjadikan setiap langkah kehidupan kita sebagai pengabdian dan ibadah sesuai yang dikehendaki Allah swt. Untuk mewujudkan hal tersebut kita dapat belajar dari ibadah sholat yang kita dirikan selama lima waktu sehari semalam. Kenapa? Karena segala aspek yang terdapat pada sholat mengandung cerminan bagaimana kehidupan di dunia ini seharusnya kita jalankan. Karena itulah sholat dikatakan sebagai miniatur kehidupan, yaitu sholat yang dilakukan dengan baik dengan penuh kekhusyu’an dan kesempurnaan, yang akan membawa manusia ke dalam suatu konsep kehidupan yang baik. Shalat yang baik merupakan jalan bagi muslim untuk mewujudkan ajaran Islam secara utuh di dalam hidup dan kehidupan di bumi Allah swt. Dengan kata lain, semua konsep kehidupan yang baik dalam Islam tervisualisasikan dalam ibadah sholat.

Belajar dari Rukun-rukun sholat

Menurut ilmu fiqih, dilihat dari keharusan dalam pelaksanaan sholat dikenal adanya tiga rukun sholat. Yaitu rukun qolbi, rukun qouli dan rukun fi’li. Rukun qolbi adalah rukun yang dikerjakan dengan hati berupa niat saat takbiratul ihram. Rukun qouli adalah rukun yang dikerjakan dengan lisan dan ucapan terdiri dari mengucapkan takbiratul ihram, membaca bacaan-bacaan seperti Surat Alfatihah, tahiyyat akhir dan pengucapan salam. Sedangkan rukun fi’li berupa perbuatan, seperti berdiri bagi yang mampu, ruku, sujud, duduk di antara dua sujud dan duduk saat tahiyyat akhir. Rukun-rukun ini semua wajib dilakukan agar sholatnya diakui dan sah. Namun dalam perspektif tasawuf rukun-rukun tersebut tidak hanya membuat sahnya sholat melainkan juga membawa makna mendalam bagi yang sholat.

Dari rukun qolbi kita dapat belajar bahwa demikianlah dalam kehidupan sehari-hari bahwa sebelum melaksanakan aktifitas harus dipastikan kita telah memiliki niat yang baik. Niat yang baik dalam sholat dimaksudkan untuk menjamin bahwa sholat yang dilakukan karena semata-mata Allah Swt, akan mejalankan dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan syarat dan rukunnya dengan harapan sholat yang dilakukan sah dan akan diterima oleh Allah Swt.

Niat yang baik dalam Islam adalah niat yang tulus semata-mata karena Allah Swt. Niat yang tulus dan baik akan membimbing kita melakukan segala aktifitas sehari-hari dengan baik disebabkan kekuatan niat. Melalui sholat umat Islam dilatih untuk senantiasa berniat baik.

Karena prinsipnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan niatnya. Nabi Muhammad saw bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Umar bin Khattab ra. “Sesungguhnya seluruh amal perbuatan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang hanya akan mendapatkan sesuai apa yang dia niatkan. (Muttafaq alaih).

Allah Swt juga telah mengingatkan dalam Firman-Nya: “Padahal mereka tidak diperintah kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama dengan lurus…”. (QS. Al-Bayyinah: 5). Siapapun kita sepatutnya ketulusan dalam niat menjadi pengarah segala aktifitas hidup.

Dampak positifnya dalam kehidupan sehari-hari ketika seorang muslim terus menerus, berulang-ulang dan berkesinambungan melatih niat baik dalam sholat akan membuatnya menjadi seorang yang memiliki integritas, jujur tidak mudah tergoda dengan segala sesuatu yang menyesatkan dan menjerumuskan dirinya dan orang lain. Seorang muslim tidak akan mau melakukan hal-hal negatif yang bertentangan dengan niat baiknya dan akan mudah baginya menolak segala ajakan yang mendatangkan murka Allah swt dan membawa mudarat bagi sesama. Misalnya, ajakan korupsi bagi para pemegang jabatan, berlaku curang dalam berniaga bagi pedagang dan pengusaha, berbuat jahat bagi para pelaku criminal dan lain-lain.

Ucapkan Hal yang Baik

Kita belajar dari rukun qouli dalam sholat, bahwa dalam kehidupan sehari-hari harus dapat memastikan bahwa yang kita ucapkan adalah hal yang baik yang mengarah pada ajakan kepada kebaikan dan pencegahan kepada hal yang buruk. Setiap ucapan seorang muslim selalu mengandung nasihat dalam kebenaran dan kesabaran dalam menjalankan hidup dan selalu menebarkan salam perdamaian kepada siapapun juga meski beda latarbelakang, suku, agama, pekerjaan bahkan bedan pilihan partai sekalipun.

Sedangkan dari rukun Fi’li kita dapat belajar agar jangan sampai menjalani hidup dan kehidupan secara pasif, namun harus terus bergerak demi membawa kemaslahatan di dunia dan akhirat. Sholat dilaksanakan dengan berdiri, ruku dan sujud sangat memiliki makna yang mendalam yang mencerminkan fokus ke masa depan, baik di kemudian hari (dunia) maupun di hari kemudian (akhirat). Berdiri merupakan cerminan sifat istiqomah dalam kebenaran.

Karena seorang muslim yakin dengan istiqamah dalam iman akan selalu dalam bimbingan dan perlindungan di dunia dan memperoleh surga di akhirat, seperti Firman Allah Swt: “Sesungguhnya orang yang mengatakan Tuhan kami Allah kemudian istiqomah malaikat akan turun kepada mereka menyampaikan agar tidak takut dan berduka cita dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan.” (Qs.Fussilat:35).

Pada rangkaian sholat juga terdapat ruku’, yaitu menundukkan kepala rata dengan punggung dan pinggang sebagai symbol kontrol diri agar selalu ‘on the track’ dalam iman dan amal saleh.

Sebagai manusia dalam hidup terkadang cenderung melampaui batas, berbuat kesalahan karena khilaf dan salah. Bagi seorang mukmin jika demikian akan segera mohon ampun kepada Allah Swt sebelum kesalahan dan dosanya itu menetap dalam dirinya. Hal tersebut disimbolkan dengan ruku’ untuk kembali mengingat Allah dan bertaubat. Sedangkan sujud, yaitu posisi yang menunjukkan kerendahdirian dan kerendahhatian di hadapan Sang Pencipta. Apapun yang telah dilakukan oleh seorang muslim, apapun yang telah dimiliki dan prestasi yang telah dicapainya adalah semata-mata hanya untuk mengabdi kepada Allah Swt. Dia menyadari dirinya sebagai hamba Allah swt dan hanya untuk mengabdi kepadanya.

Kemauan Meningkatkan Ibadah Sholat

Karena itu kata kuncinya adalah penghayatan terhadap sholat yang dilakukan. Namun kunci dari semua itu adalah tergantung kemauan dari setiap muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah sholatnya. Jika sholat dilakukan masih merasa terpaksa, karena takut neraka atau semata-mata hanya memenuhi kewajiban kiranya masih jauh dari ideal dan sholat yang dilakukan tidak akan berdampak apa-apa bagi kehidupan.

Sebaliknya, apabila seorang muslim mampu melaksanakan sholat dengan baik, khusyu sholat akan terasa indah dan akan membawa berkah. Sholat tidak lagi menjadi beban namun jadi nyaman karena telah bertemu dan mengadu dngan Tuhan yang Maha Rahman. Sholatnya pun membawa berkah ddalam wujud kehidupan yang baik, selalu optimis, istiqomah dalam iman, gemar beramal sholeh, menjaga silaturrahmi dengan sesama dan juga dicintai keluarga handai taulan dan kebanyakan manusia. Semoga. (*/ta)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *