oleh

Badai Pasti Berlalu

POSKOTA.CO – Tuhan berkuasa atas langit dan bumi. Segala yang diperintahkan pasti akan menuruti perintahnya. Kekuasaan Tuhan yang tak terbatas ini disaksikan saat ada keraguan dan kekuatiran dari pengikutnya saat mereka dihantam badai dan gelombang besar.

Ditengah ketakutan pengikutnya, Tuhan berkata kepada mereka, mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?.Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

Kemahadasyatan kekuasaan Tuhan ini dikisahkan dalam kitab Matius 8:26. Kekuasaan Tuhan menghardik angin dan seketika danau menjadi tenang ini memberi suatu kepastian bagi kita orang percaya, bahwa “badai pasti berlalu”.

Tak ada badai yang terus menerus menerpa sepanjang masa. Tak ada angin ribut yang terus menerus berhembus dan merusak lingkungan sekitar.Badai dan angin ribut hanya sekali-kali saja datang menghampiri. Selanjutnya akan reda sesuai dengan fenomena alam.

Begitu angin badai mengamuk, ‎seisi alam mungkin porak-poranda, rumah-rumah penduduk menjadi hancur dan alam semesta menjadi menakutkan.
Tapi ingatlah dan yakinlah, bahwa badai pasti berlalu dan alam kembali seperti sedia kala.

Demikian juga kehidupan kita manusia yang percaya kepada Tuhan Yesus. Hari lepas hari selama 365 hari dalam setahun.Selama perjalanan yang panjang ini, pasti ada badai dan angin ribut menerpa. Ada badai kecil, badai sedang, bahkan badai besar.

Tapi yakinlah, bahwa semuanya adalah sementara dan tak ada yang menghantam sepanjang masa kehidupan kita.Badai dalam kehidupan datang tak nampak muka dan hilang juga tidak nampak muka. Semuanya serba tidak di duga.

Kalau semuanya serba tak terduga namun hanya sementara dan seketika, maka di perlukan kesiapan dan ketahanan dari semua orang untuk menghadapinya. Satu hal yang harus di ketahui dan di percaya adalah bahwa badai pasti berlalu.

Ketika kita menghadapi masalah yang merupakan sebuah badai, yang di pandangnya adalah masalah, sehingga ketakutan melanda dirinya karena menganggap badai itu akan membinasakannya.

Ingatlah bahwa ‎kalau badai datang menerpa kehidupan kita, jangan pernah takut menghadapinya, karena Tuhan Yesus selalu setia dan ada bersama dengan kita.

Alkitab dalam Amsal 3:5-6 mempertegas, percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu,maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Jika demikian janji Tuhan, apakah kita masih ragu?. Pusatkanlah iman dan harapanmu pada Tuhan dan yakinlah, bahwa cepat atau lambat badai pasti akan berlalu.

Seringkali bahkan kadang kita merasa hidup terasa pahit, tetapi percayalah bahwa tidak semua yang manis itu baik untuk kita. Semua sudah diukur oleh Tuhan demi kebaikan kita.

Filipi 4 :12-13 menyatakan, Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku, baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku,” demikian kitab Mazmur 108-110 dikutip penulis di akhir tulisannya. Penulis, Yapy Melianton Doroh. Majelis jemaat GPIB Zebaoth Bogor dan juga seorang jurnalist di media Poskota online.(**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *