oleh

Quartararo Sebut Dirinya Harus Tekan Emosi di MotoGP 2021

-Olahraga-49 views

POSKOTA.CO – Pembalap pabrikan Yamaha, Fabio Quartararo (Monster Energy/Perancis), mengatakan dirinya wajib “mengurangi emosi” ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginannya, mengarungi musim panjang MotoGP musim 2021 mendatang.

Di MotoGP 2020, Quartararo menang tiga kali untuk Petronas SRT, tetapi gelarnya hancur setelah balapan yang menghancurkan dari Grand Prix Perancis hingga final di Portugal, di mana ia gagal mencapai enam besar.

Memimpin sebagian besar musim, Quartararo mengakhiri tahun ini dengan posisi kedelapan dalam klasemen akhir dengan tertinggal 44 poin di belakang juara dunia Joan Mir (Suzuki Ecstar/Spanyol). Seringkali di putaran final, Quartararo tampak terlihat frustrasi di atas motor dan di garasi saat dia kesulitan menaiki M1 spek 2020 miliknya.

Dia pikir menyelesaikan masalah ini sebelum langkah tim pabrikan Yamaha akan “sangat penting”, karena dia dapat menawarkan umpan balik yang jauh lebih jelas tentang masalah motor kepada krunya daripada yang dapat dia lakukan pada tahun 2020.

“Saya ingin melatih bagian emosional, di motor, di dalam kotak dan di luar kotak, hanya untuk mengurangi emosi,” kata Quartararo dilansir Motorsport.com. “Saya pikir ini akan sangat penting untuk tahun depan. Juga, untuk memberikan komentar yang lebih baik kepada kepala kru saya, kepada para teknisi saya, karena ketika Anda memiliki emosi yang tinggi Anda hanya mengatakan bahwa motornya tidak berfungsi dan Anda tidak tahu persis bagian mana. Jadi, saya pikir ini akan menjadi sangat penting, tetapi saat ini saya merasa saya perlu mengatasinya,” tambahnya.

Menurut Quartararo, dirinya sudah mulai bekerja dengan cara yang lebih tenang selama sisa akhir pekan Portugal, dan telah bekerja dengan psikolog sejak musim berakhir. Ini adalah sesuatu yang telah diakui oleh Quartararo sebelumnya, mengikuti apa yang dia gambarkan awal tahun ini sebagai titik terendah dalam karirnya setelah putaran Moto2 Argentina 2018, dan lagi setelah debut MotoGP di Qatar tahun lalu ketika dia harus memulai dari pitlane ketika dia menghentikan Yamaha-nya setelah kualifikasi kelima.

“Di sisi emosi, saya sudah mulai bekerja sekarang untuk menjadi lebih tenang dan dengan emosi yang seminimal mungkin,” kata Quartararo. “Tapi, tentu saja, saya berencana menemui psikolog. Saya sudah pergi beberapa kali, tetapi saya akan lebih sering pergi karena menurut saya perbedaan kecil dapat membuat perubahan besar. Jadi, saya akan pergi dengan psikolog lagi dan mengerjakan bagian itu karena bagi saya menyentuh detail kecil dengan tim akan sangat penting,” imbuhnya. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *