oleh

Nayaka dan Aulia Juara di Festival Catur Pelajar Nasional BPK Penabur Cup 2021

POSKOTA.CO – Pecatur muda berbakat, Nayaka Budidarma (SMAN 3 Malang), Stevanky (SMAK Tunas Harapan), dan Epeshians Prismaranatha (SMAN 03 Salatiga) tampil sebagai juara 1, 2, dan 3 untuk kategori SMA Putra pada Festival Catur Pelajar Tingkat Nasional 2021 yang digelar oleh BPK Penabur.

Sementara untuk kategori SMA putri, Aulia Putri Nabila (SMAN 1 Bandar lampung) tampil sebagai juara, disusul Cecilia Natalie Liuviann (SMAN 10 Bogor), dan Aurellia Vania Winanda (MAN 2 Kota Malang) di posisi kedua dan ketiga.

Nayaka dan Aulia berharap even catur ini terus digelar tiap tahun. Dengan adanya even seperti ini, mereka bisa mengasah kemampuan bercatur.

Even kali ini diikuti sebanyak 1.365 siswa dari 800 sekolah (24 provinsi) untuk memperebutkan hadiah total sebesar Rp30 juta, dibagi dalam 8 kategori, yakni SMA (putra dan putri), SMP (putra dan putri), SD (1-3 putri), dan SD (1-3 putra).

Saat menutup even ini, Ketua Umum Yayasan BPK Penabur, Adri Lazuardi sangat berterima kasih kepada 1.365 siswa dari 800 sekolah di 24 provinsi yang telah berani bertarung di even ini dengan mengutamakan kejujuran.

“Kelak pada suatu hari, Anda akan menjadi master dan grand master pada jamannya.
Kita upayakan catur bisa membentuk karakter bangsa, membuat Indonesia yang lebih maju, lebih sejahtera, lebih harmoni dalam keberagaman,” katanya.

Sementara itu Pembina PB Percasi, Eka Putra Wirya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Yayasan BPK Penabur dengan menggelar turnamen catur di masa pandemi.

“Bukan hanya menggelar turnamen pelajar, akan tetapi mengedukasi para pelajar dengan kejujuran.
Kegiatan ini sesungguhnya sebuah upaya untuk menabur benih-benih karakter dasar kejujuran, sportivitas, disiplin, dan tanggung jawab,” tegasnya.

Percasi juga mengapresiasi para pelajar yg telah ikut bertanding. “Menang kalah bukan tujuan utama. Selamat kepada para juara yang telah memenangkan pertandingan dengan mengutamakan kejujuran.”

Gemakan Juara Jujur

Pembina Percasi Eka Putra Wirya menggemakan kejujuran bahkan menyebut menjadi “agen kejujuran”. Kejujuran merupakan salah satu karakter dasar yang sangat penting untuk terpatri menjadi jati diri seorang anak bangsa yang sportif. Karena kejujuran akan membentengi diri dari segala hal yang bersifat negatif.

“Tidak semua peserta akan menjadi pecatur internasional, tetapi karakter kejujuran akan dibawa oleh semua peserta sampai tua. Jika menjadi orang jujur mereka akan mempunyai masa depan yang cerah karena dipercaya semua orang. Festival ini tidak sekedar kejuaraan catur untuk mencari pemenang tapi lebih difokuskan untuk membentuk karakter kejujuran dan karakter positif lainnya,” kata Eka.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Umum Yayasan BPK Penabur Adri Lazuardi, yang mengawali arahannya dengan menampilkan ungkapan Mohammad Hatta : Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar; Kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman; Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki.

Menurutnya, Tokoh dan Pahlawan bangsa yang menyoroti karakter jujur secara khusus ini mengandung makna mendalam bahwa kejujuran merupakan nilai moral dasar yang wajib tertanam dalam kepribadian generasi muda harapan bangsa.

“Juara tidak melulu hanya dilihat dari perbandingan dengan orang lain, namun juara itu juga mengandung arti menang atas diri sendiri, mampu mengendalikan diri terhadap perilaku yang merugikan orang lain,” imbuh Adri Lazuardi.

Sementara ketua panitia Budijanto Gunawan pada saat evaluasi menjelaskan bahwa babak kualifikasi yang diikuti seribu lebih peserta telah mencatat 20 peserta terbaik yang bertarung di babak Final. Memang tidak sederhana menyelenggarakan turnamen catur daring menggunakan protocol Fide dengan 1363 peserta. Namun berkat kerja keras tim Panitia BPK Penabur, Percasi dan Scua, maka babak kualifikasi hingga final berjalan lancar.

Budi menambahkan bahwa turnamen ini menjadi ajang pembelajaran mental yang sangat baik bagi para pecatur yang merupakan generasi muda masa depan bangsa. Karena mereka diberi kesempatan untuk belajar mengambil keputusan yang tepat di saat-saat genting.

“Mereka diuji untuk menjatuhkan pilihan pada opsi yang tepat sekalipun berada dalam berbagai bentuk tekanan baik teknis maupun non teknis,” katanya.

Turnamen akbar ini juga diikuti oleh pecatur junior nasional, seperti CM Aditya Bagus Arfan, MPW Laysa Latifah (Tim Pelatnas SEA Games 2021), FM Nayaka Budidharma, WFM Diajeng Teresa Singgih, MPW Cecilia Liuvian.(dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *