JAKARTA – Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo diketahui baru saja membentuk Satuan Tugas Khusus (satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara (OPN) dan bertugas pada penerimaan pajak dari aktivitas ekonomi tersembunyi di tanah air.
Terkait pembentukan satgas tersebut, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai yang berfokus pada penerimaan pemasukan negara, juga akan mendapat dukungan dari Tim Mawar Kopassus, demi meningkatkan pendapatan negara dari sektor pajak.
Dukungan itu sendiri diketahui setelah salah satu anggota Tim Mawar Kopassus Fauka Noor Farid hadir kantor Ditjen Bea Cukai di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (19/6). Kehadirannya untuk menemui seniornya Letjen (purn) Djaka Budi Utama yang kini menjabat sebagai Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan.
“Pada pertemuan kali ini ada beberapa yang kita diskusikan. Intinya kan kita mau membantu beliau yang kini ditugaskan di Ditjen Bea Cukai. Kita kan punya jiwa korsa. Jadi kita harus membantu beliau untuk tugas-tugas pokoknya dari Presiden,” kata Fauka, Kamis (19/6).
Menurut Fauka, dalam pembicaraan itu juga memang sempat disinggung masalah Satgassus OPN yang dibentuk oleh kapolri. Dan untuk mensukseskan penerimaan pajak, Dirjen Bea Cukai juga diperkuat oleh Tim Mawar Kopassus untuk mengatasi kendala yang ada di lapangan.
“Bila seandainya ditemukan adanya oknum yang membekengi penyelewengan cukai, kami akan hadir. Kita harus bantu semaksimal mungkin. Sekemampuan kita, namun tetap koordinasi. Nggak boleh keluar daripada koridor,” ungkap pria yang juga sebagai Direktur Eksekutif Institute Kajian Pertahanan dan Intelijen Indonesia (IKAPII).
Dikatakan pria yang juga praktisi Intelejen ini, dukungan Tim Mawar Kopassus kepada Dirjen Bea Cukai sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto yang meminta Letjen (purn) Djaka Budi Utama untuk meningkatkan pendapatan negara.
“Karena kan bagaimanapun apa yang ditugaskan oleh Pak Presiden ke beliau (kepala Bea Cukai) harus berjalan dengan baik, sehingga kita sesama tim harus saling membantu. Karena kan tugas dan tanggung jawabnya beliau ini kan berat sekali,” ungkap Fauka.
Fauka menambahkan, meski satgassus OPN telah dibentuk, namun tugas khususnya belum terlihat jelas karena baru secara umum saja. Sementara optimalisasi pendapatan negara itu seperti apa bentuknya, dan pendapatan negara saat ini berasal dari stakeholder, baik dari pajak maupun cukai dan itu berasal dari institut masing-masing.
“Yang jelas Satgassus OPN ini dibentuk berarti kan mungkin hanya pengawasan, atau hanya koordinasi atau memberi saran. Mereka tidak boleh melebihi kewenangan memberi saran, dan mengawasi. Tapi kan tetap harus koordinasi sama institusi yang bersangkutan,” terang Fauka. (Ifand/fs)







Komentar