oleh

Sekitar 40 Ribu Bayi Lahir dengan Kelainan Jantung Bawaan Setiap Tahun

POSKOTA.CO-Kasus bayi dengan kelainan jantung bawaan di Indonesia cukup tinggi. Diperkirakan dalam setahun terdapat sekitar 40 ribu bayi lahir dengan kelainan jantung bawaan.

“Itu artinya jika kita rata-rata maka dalam sehari ada 107 bayi lahir dengan kelainan jantung bawaan,” kata dokter spesialis jantung anak Siloam Hospitals Kebon Jeruk Prof. dr. Ganesja Harimurti, Sp.JP(K) yang juga menjadi anggota dari Siloam Heart Institute pada temu media bertema Kegawatdarutan dan Penatalaksanaan Penyakit Jantung Bawaan, Jumat (29/1/2021).

Sayangnya meski kasus kelainan jantung bawaan cukup banyak, rumah sakit atau pusat layanan jantung di Indonesia masih sangat terbatas. Saat ini terdapat 13 pusat pendidikan jantung dan 20 pusat layanan jantung. Fasilitas layanan jantung itupun masih bersifat umum, dimana tidak ada pemisahan secara khusus rumah sakit jantung untuk anak dan dewasa. Fakta lain, pasien dewasa dengan penyakit jantung masih menjadi prioritas penanganan dengan berbagai alasan.

Prof Ganesja menjelaskan penyakit jantung bawaan adalah kondisi terjadinya satu atau lebih kelainan maupun masalah dengan struktur atau fungsi jantung sejak lahir (kongenital). Pada kasus penyakit jantung bawaan, dapat terjadi kemungkinan kondisi abnormal terhadap fungsi jantung di dalam tubuh, misalnya penyumbatan aliran darah, perlambatan aliran darah, atau jalur aliran darah yang tidak semestinya

Hingga kini lanjut Prof Ganseja, belum diketahui persis penyebab seorang bayi lahir dengan kelainan jantung bawaan. Tetapi beberapa risiko perlu dihindari agar anak lahir dengan jantung yang sehat dan sempurna.

Adapun beberapa risiko bayi lahir dengan kelainan jantung bawaan antara lain paparan asap rokok selama kehamilan, dan konsumsi obat-obatan pada ibu hamil. Konsumsi obat-obatan ini terutama banyak dilakukan oleh ibu hamil pada kehamilan bulan-bulan awal berupa obat bebas yang bisa dibeli di warung.

“Jangan menganggap remeh obat bebas. Ibu hamil kalau mau minum obat tetap harus konsultasi ke dokter,” tambah Prof Ganesja.

Penyakit jantung bawaan kata Prog Ganesja, dibawa anak sejak lahir akibat pembentukan jantung yang tidak sempurna sejak masih janin. Saat jantung janin mengalami proses pertumbuhan di dalam kandungan, terdapat kemungkinan terjadinya gangguan yang menyebabkan jantung janin tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Deteksi penyakit jantung bawaan pada anak dapat dilakukan dengan mengenali tanda-tandanya sejak awal, antara lain tumbuh kembang terganggu, batuk panas, cepat lelah, sianosis (kulit membiru), dan bising jantung.

Penyakit kelainan jantung bawaan pada bayi kata dokter spesialis bedah jantung anak Siloam Hospitals Kebon Jeruk Dr. dr. Dicky Fakhri, Sp.B, Sp.BTKV perlu disikapi serius dan diberi penanganan secara tepat.

“Penyakit jantung bawaan adalah kondisi heterogen dengan spektrum kompleksitas yang bervariasi dan tingkat keparahan yang sangat luas. Penyakit jantung bawaan terdapat pada 9 dari 1.000 bayi baru lahir hidup dan 50% di antaranya memerlukan intervensi. Oleh karena itu, pasien dengan penyakit jantung bawaan harus ditindaklanjuti di dalam klinik khusus dengan tim multidisiplin yang dapat mengantisipasi berbagai masalah secara khusus kepada setiap individu,” jelas Dr. Dicky.

Peningkatan jumlah anak-anak dengan penyakit jantung bawaan yang dapat bertahan hidup sampai dewasa terjadi karena dunia bedah, medis, anestesi, dan perawatan jantung intensif berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir. Ketika pasien memasuki fase dewasa, pasien akan membutuhkan pemantauan reguler dan intervensi bedah lanjutan.

Diakui, penanganan dan penatalaksanaan penyakit jantung bawaan sangat tergantung dengan jenis penyakit jantung yang terjadi pada bayi atau anak. Secara garis besar, penyakit jantung bawaan dapat dikelompokkan menjadi dua tipe. Tipe pertama disebut penyakit jantung bawaan biru (sianotik).

Penanganannya adalah dengan pemberian obat secara tepat dan cepat untuk memastikan tidak adanya kegawatan di jalan napas dan pernapasan pasien serta pemberian cairan pada tahap awal dalam jumlah banyak dan cepat. Sementara itu, tipe kedua disebut penyakit jantung bawaan tidak biru (nonsianotik), yaitu penyakit jantung bawaan yang tidak menimbulkan warna kebiruan pada anak.

Penyakit jantung bawaan non- sianotik bisa terjadi tanpa gejala atau dalam kondisi berat menimbulkan gejala gagal jantung yang ditandai dengan sesak yang memberat saat beraktivitas, bengkak, batuk panas berulang, gangguan pertumbuhan, dan kekurangan gizi.

Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Siloam Heart Institute hingga kini telah menangani sekitar 2.371 kasus penyakit jantung, dimana 149 kasus diantaranya merupakan penyakit jantung bawaan. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *