BATAM-Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau menggelar Senam Pagi Bersama sekaligus sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Anak (Tamasya) dan Gerakan Ayah Teladan (Gate) bersama mitra kerja dalam rangka Hari Ibu Tahun 2024. Kegiatan berlangsung dengan meriah di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Batam.
Kepala BKKBN Kepri, Rohina mengatakan dalam mempersiapkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan berkualitas, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN telah menyusun 5 Program Percepatan (Quick Win). Salah satunya Genting yang manfaatnya dapat dirasakan balita berisiko stunting dengan mendapatkan bantuan dari orangtua asuh.
Quick win berikutnya adalah Tamasya, berupa ‘day care’ unggul yang berkolaborasi dengan lembaga pemerintah dan swasta, menyediakan pengasuh tersertifikasi, psikolog anak, dan dokter spesialis anak untuk memantau tumbuh kembang anak. Lalu Gate, adalah optimalisasi peran ayah untuk menjawab fenomena ‘fatherless’ saat ini.
Berikutnya, AI Superapps tentang keluarga. Terdiri dari konsultasi problematika keluarga, merawat anak oleh psikolog anak, konselor laktasi dan dokter spesialis anak; layanan a-z tentang kesejahteraan keluarga; dan Pendataan Keluarga.
Juga ada program Lansia Berdaya yang menyediakan ‘home care’ berbasis komunitas bagi orang tua yang tidak mendapatkan perawatan oleh anak, bantuan untuk lansia dan pelayanan kesehatan gratis di puskesmas dan RSUD tanpa rujukan dan memberdayakan lansia sesuai dengan kapasitasnya.
“Diharapkan lima quick win ini dapat meningkatkan peran Kemendukbangga/BKKBN dalam membantu mewujudkan visi dan misi presiden dalam memperkuat pembangunan SDM dan pembangunan dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan”, terangnya.
Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam mewujudkan pembangunan SDM berkualitas adalah masih tingginya angka stunting di Indonesia yaitu 21,5 persen (SKI 2023), dibanding dengan tahun sebelumnya yang hanya turun 0,1 persen. Adapun materi sosialisasi dibawakan oleh Dewita Sari, Humas BKKBN Kepri sekaligus Ketua Tim Kerja Hubungan Antar Lembaga Advokasi KIE dan Kehumasan. (*/fs)







Komentar