oleh

PIT XXII PERDOSRI Gelar Workshop Haji, Bahas Pengembangan Ilmu Kedokteran Haji

JAKARTA – Memasuki hari keempat Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXII tahun 2023, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (PERDOSRI) menggelar workshop haji. Mengambil tema “Up-Grading Tingkat  Nasional Penguatan Kompetensi Tenaga Medis dalam Bimbingan Manasik di PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus) dan PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah)”, workshop menjadi bagian dari upaya PERDOSRI melakukan update keilmuan bagi para dokter.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatangan perjanjian kerjasama antara Ikatan Pembimbing Haji dan Umrah Indonesia (IPHUIN) dengan Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PERDOKHI), dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (PERDOSRI). Perjanjian terkait pendidikan, pelatihan, penelitian, up-grading dan pengabdian pada masyarakat tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum IPHUIN Dr. H. Ade Marfuddin, MM, Ketua PP PERDOKHI DR. Dr. Syarief Hasan Lutfie, Sp.K.F.R., MARS, AIFO-K dan Ketua PP PERDOSRI Dr. Rumaisah Hasan, Sp.K.F.R., N.M. (K), AIFO-K.

Hadir ikut menyaksikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Prof. DR. Hilman Latief, S.Ag, M.Ag, Kapuskes Haji Kementerian Kesehatan serta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Dengan adanya kerjasama ini diharapkan dapat berkontribusi pada pelaksanaan haji dan umroh dalam bidang masing-masing.

Sebagaimana diketahui, persoalan kesehatan masih menjadi tantangan serius bagi jemaah haji Indonesia, terutama selama berada di tanah suci. Berbagai gangguan Kesehatan yang sering dialami Jemaah haji antara lain kelelahan, kelemahan otot, intoleransi aktivitas, menurunnya fungsi kognitif, gangguan fungsi kardiovaskular, gangguan nyeri, sesak napas, serta terjadi ketidakmampuan pembersihan jalan napas.

Kondisi tersebut menyebabkan berbagai masalah dalam penyelenggaraan ibadah haji dimana jemaah haji yang mengalami kesakitan akan terhambat dalam mencapai fase puncak haji. Selain itu, juga memicu tingginya angka jemaah haji Indonesia yang dirawat baik di klinik kesehatan haji indonesia maupun di rumah sakit Arab Saudi yang pada akhirnya menghambat proses pemulangan Jemaah ke tanah air.

Untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut, hal terpenting dalam tata kelola/organisasi penyelenggaraan ibadah haji adalah petugas haji, termasuk tim medis (dokter dan dokter gigi). Kehadiran tenaga medis menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia, sejak masa tunggu di tanah air, masa keberangkatan di embarkasi, saat di perjalanan, saat pelaksanaan ibadah haji di tanah suci, dan saat masa kepulangan ke tanah air.

Untuk itu, optimalisasi fungsi dokter haji harus terintegrasi dalam memberikan layanan, karena yang dibutuhkan oleh jemaah haji selain aspek ibadah, juga adalah aspek kesehatan dan kebugaran. Dokter dan dokter gigi perlu mengikuti perkembangan sistem penyelenggaraan ibadah haji agar pelaksanaannya dapat dilaksanakan dengan profesional sejalan dengan regulasi dari pemerintah Republik Indonesia

“Workshop ini diadakan sebagai salah satu upaya pengembangan ilmu kedokteran, terutama dalam ibadah haji, dimana diperlukan suatu asesmen, penentuan masalah jemaah haji dari sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan ibadah haji, hingga dapat mempersiapkan calon jemaah haji yang memiliki kapasitas fungsional yang optimal, sehingga jemaah haji dapat mencapai istithaah kesehatan dan mampu melewati seluruh rangkaian etape ibadah haji,” tutur Dr Rumaisah Hasan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/10/2023).

Selain workshop haji, PIT XXII PERDOSRI hari keempat yang digelar di Kota Malang, Jawa Timur tersebut juga menggelar workshop dengan topik manajemen nyeri, stunting dan feeding pada anak, analisis gerak fungsional pada sport, dan workshop untuk dokter umum yang berjudul “How to be a PM&R Resident, tips and trick” dan “Cervical and Low Back Disorders”. Juga seminar awam dan rehabilitasi komunitas meliputi pengabdian masyarakat pada lansia dengan osteoporosis dan penyakit persendian tulang dan otot yang diadakan di RS Marsudi Waluyo, Singosari. Pada kegiatan ini diadakan senam osteoporosis dan pemeriksaan seperti BIA, TUG, dan hand grip.

Malam sebelumnya diadakan gala dinner untuk meningkatkan keakraban yang memiliki tema “Physiatrist Colouring A Post-Pandemic World” menampilkan berbagai performance dari masing-masing PERDOSRI cabang. Kegiatan pada gala dinner ini meliputi gerak dan lagu, fashion show, modern dance, flash mob, serta drama musikal. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *