oleh

Pemerintah Prioritaskan Penyediaan Vaksin Covid-19 untuk Seluruh Masyarakat

POSKOTA.CO – Kerja keras serta semangat pemerintah dalam memerangi pandemi Covid-19 belum membuahkan hasil maksimal. Jumlah penambahan angka positif Covid-19 tetap terjadi.

Pemerintah terus bekerja ekstra dan memprioritaskan penyediaan vaksinasi Covid-19 untuk seluruh masyarakat Indonesia pada 2021. Apalagi perkembangan vaksinasi yang telah dilakukan sejumlah negara seperti Inggris, Amerika Serikat dan Kanada sejak 2020.

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, target utama pemerintah adalah menyediakan vaksin untuk seluruh rakyat Indonesia.

“Itu prioritas utama. Kita terus mengikuti perkembangan vaksinasi yang telah dilakukan berbagai negara sebagai bahan masukan program vaksinasi nasional,” kata Prof Wiku, Senin (4/1/2021).

Untuk memenuhi imunitas kelompok (herd immunity) sekitar 181 juta orang Indonesia harus divaksinasi. Perhitungannya, satu orang butuh dua dosis vaksin dan cadangan sebanyak 15 persen sesuai ketentuan WHO.

Data data itu total vaksin yang dibutuhkan Indonesia sekitar 426 juta dosis. Pemerintah sudah siapkan lima jalur pengadaan vaksin, dalam empat perjanjian bilateral dengan Sinovac, Novavax, AstraZeneca, dan BioNTech-Pfizer , serta 1 perjanjian multilateral dengan GAVI.

Satgas Penanganan Covid-19, lanjut Prof Wiku, juga menjelaskan tentang video proses vaksinasi Covid-19 yang beredar di media sosial dengan narasi jarum menghilang setelah disuntikkan ke tubuh pasien, tidak benar.

“Faktanya, jarum pada suntikan tidak menghilang, tapi otomatis ditarik menggunakan suntikan khusus yang disebut ‘Safety Syringe’ (Alat Suntik Pengaman),” tegas Wiku Adisasmito.

Dijelaskan, alat suntik pengaman merupakan alat suntik dengan mekanisme keamanan tambahan untuk mengurangi risiko cedera pada petugas kesehatan dan orang lain akibat tertusuk jarum yang tidak disengaja. Alat suntik pengaman telah digunakan secara luas selama lebih dari satu dekade dan hingga kini terdapat banyak model untuk jarum suntik jenis ini.

Sementara informasi kasus Covid-19 dari 510 kabupaten/kota di 34 provinsi wilayah Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Senin (4/1/2021) pukul 12.00 WIB, tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah: pasien positif bertambah 6.753, jumlah total 772.103 orang. Pasien sembuh bertambah 7.166, jumlah total 639.103 orang. Pasien meninggal bertambah 177, jumlah total 22.911 orang.

Sedang data dari fasilitas kesehatan di 267 kelurahan yang telah dilaporkan Pemprov DKI ke Kementerian Kesehatan RI pada Senin (4/1/2021), Tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal di wilayah DKI Jakarta adalah: pasien positif bertambah 1.832, jumlah total 191.075 orang. Pasien meninggal betambah 24, jumlah total 3.369 orang. Pasien sembuh bertambah 2.526, jumlah total 173.036 orang. Pasien dirawat berkurang 111, jumlah total 4.299 orang. Isolasi mandiri berkurang 607, jumlah total 10.371 orang.

Satgas Penanganan Covid-19, lanjut Prof Wiku Adisasmito, berharap pada tahun 2021 masyarakat tetap mengedepankan semangat dan optimisme. Sebab, ini dapat menjadi titik balik penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi.

Apabila seluruh kebijakan dalam rangka upaya penanganan pandemi Covid-19 dipatuhi masyarakat. Satgas Penanganan Covid-19 tetap displin menjalankan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *