MAGELANG – Tiga tahun lalu, mereka datang sebagai remaja yang masih bermanja dengan kehangatan rumah. Pada Sabtu (30/5/2026) pagi, di bawah langit Magelang yang teduh, 367 remaja itu berdiri tegak dengan tatapan mata yang berbeda. Mereka bukan lagi anak-anak kemarin sore. Mereka adalah alumni Angkatan ke-34 SMA Taruna Nusantara (Tarnus) yang baru saja melepas masa penempaan.
Upacara Prasetia Alumni Tarnus hari itu bukan sekadar seremoni serah terima ijazah. Di hadapan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, prosesi ini menjadi simbol lahirnya generasi baru yang siap bertarung di era kecerdasan buatan (AI) dan sengitnya geopolitik global.
”Kalian meninggalkan kenyamanan keluarga untuk ditempa dalam lingkungan yang menanamkan disiplin, integritas, dan kecintaan pada tanah air,” ujar Jenderal Agus Subiyanto, menatap lekat barisan siswa-siswi yang berdiri kokoh, sebagaimana dikutip media ini, Minggu (31/5/2026).
Panglima TNI memberikan catatan tebal yang menjadi alarm bagi generasi muda saat ini. Dunia hari ini tidak lagi bisa dihadapi dengan cara-cara lama. Kehadiran teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang berlari kencang menuntut manusia tidak hanya pintar di atas kertas, tapi juga lincah bergerak di lapangan.
”Perkembangan ilmu pengetahuan dan dinamika global menuntut hadirnya generasi muda yang adaptif, kreatif, namun tetap memiliki jangkar karakter dan semangat kebangsaan yang kuat,” tegas Panglima.
Pesan ini menjadi motivasi di tengah dunia yang makin terdigitalisasi, nilai-nilai kemanusiaan, karakter, dan integritaslah yang akan menjadi pembeda.
Menuju Indonesia Emas 2045
Suasana haru dan bangga menyelimuti lapangan upacara saat Panglima TNI mengingatkan bahwa 367 alumni ini adalah investasi besar bangsa untuk menjemput impian besar: Indonesia Emas 2045. Karakter yang telah dibentuk selama tiga tahun di asrama bukan pajangan, melainkan modal utama untuk berkontribusi nyata bagi negara.
Momen sakral ini turut disaksikan oleh deretan tokoh penting bangsa, mulai dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, hingga Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Rano M.A. Tilaar. Kehadiran mereka menegaskan satu hal: negara menaruh harapan besar pada pundak anak-anak muda ini.
Saat genderang upacara selesai ditabuh, ada pelukan hangat dari orang tua dan tangis haru yang pecah. Tiga tahun bertarung dengan rindu dan disiplin ketat di Lembah Tidar akhirnya lunas. Mereka pulang tidak hanya membawa ijazah, tetapi membawa jiwa baru yang siap membangun Indonesia. (*/aga)








Komentar