POSKOTA.CO– Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa meminta agar Korps Marinir bisa mengajukan modernisasi alutsista ke Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Hal ini diungkapkan Panglima TNI saat dirinya beberapa waktu lalu berkunjung ke Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan.
Dalam kunjungannya, Panglima TNI mendapat penjelasan dari Dankormar saat itu, Mayjen TNI Suhartono terkait ragam alutsista yang dimiliki pasukan Marinir.
Ketika Panglima Andika tengah meninjau Alutsista yang tengah terparkir di Lapangan Brigif 1 Marinir, mendadak langkahnya berhenti. Andika lalu bertanya kepada Suhartono jenis apa tank yang ada di depannya. Andika melihat ada tank yang usianya telah menginjak 61 tahun dengan jenis PT-76M.
“Ini apa ini?” tanya Andika seperti dalam video di channel YouTube pribadi Andika Perkasa dilihat, Minggu (20/2/2022). Kemudian dijawab Suhartono, “Siap ini jenis ranpur PT-76M,”. “Ooh ini yang usianya 61 Tahun,” sambung Andika.
Panglima Andika lalu meminta kepada Suhartono untuk membandingkan spesifikasi dari Tank Leopard yang sudah bisa menembak dengan otomatis.
“Tapi kan begini, misalnya Leopard itu sudah otomatis, ini kan belum, bidiknya benar-benar. Kalau itu (Leopard) nembak sambil jalan bisa mas, itu teknologi baru, ini sudah kelamaan,” ujarnya.
Atas dasar hal itulah Jenderal Andika meminta agar Korps Marinir bisa mengajukan modernisasi alutsista ke Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Andika menceritakan saat dirinya menjabat sebagai KSAD mengajukan pengadaan helikopter V-22 Osprey.
“Menurut saya sudahlah. Kayak kami Angkatan Darat pengajuan, kalau akhirnya jadi kan keputusan itu di Kemhan, yang kami ajukan Osprey tidak main-main. Kalau mengusulkan itu yang baru sekalian,” ungkapnya.
Selepas pertemuan, Dankormar menuturkan, dalam peninjauan tersebut, Panglima TNI memang menekankan adanya modernisasi alutsista.
Apalagi sambung dia, untuk tank kalau bisa sudah tidak ada lagi yang dioperasikan secara manual untuk melakukan tembakan.
“Sehingga tidak ada lagi istilah kita nembak enggak kena. Mau sambil jalan atau tanknya sambil loncat begitu kita sudah bidik akan kena,” tutur Suhartono.
Dalam kunjungannya ke Markas Marinir, Panglima TNI Andika juga menyapa para prajurit yang sedang bertugas di luar negeri dan pulau terluar secara virtual.
Andika menanyakan kendaraan taktis yang dipakai. “Kendaraan mekanis apa yang digunakan di sana?” tanya Andika dalam Youtube Jenderal Andika Perkasa.
“Siap izin . BTR 80A,” kata Batalyon Mekanis di Lebanon, Kapten Hanif.
Andika juga bertanya kendala yang dihadapi prajurit di Lebanon. Jawaban Kapten Hanif, bahwa prajurit tidak menemukan kendala saat ini. “Sejauh ini belum ada kendala,” kata Hanif.
Selain itu, Andika menyapa prajurit yang bertugas di Pulau Ndana, Rote, NTT dan bertanya ada tidaknya masalah di pulau terluar. “Enggak ada masalah ya di sana?” tanya Andika. “Siap tidak ada masalah Pak,” jawab prajurit.
Dia juga bertanya sinyal di Pulau Ndana. “Berarti di Ndana ada sinyal ya?” kata Andika. Salah satu prajurit mengatakan bahwa sinyal di Pulau Ndana tidak bagus, sehingga harus menyeberang sejauh lima kilometer.
“Siap untuk sinyal kurang bagus Pak,” kata prajurit. “Oh kurang bagus, ini kita komunikasi pakai apa?” tanya Andika.
“Siap ini menggunakan handphone,”
jawab prajurit.
“Tapi tetap di Rote ya?” tanya Andika lagi. “Lima kilometer nyebrang Pulau Ndana,” kata prajurit.
“Oh bukan di Ndana Rote?” kata Andika.
“Siap tidak, sebab sinyal jelek,” jawab prajurit.
Mendengar jawaban prajurit, Andika berjanji akan mempelajari sinyal komunikasi di pulau terluar. Sebab, komunikasi sangat penting.
“Ini salah satu yang saya pelajari. Sebenarnya di mana pun bisa. Saya janji akan pelajari akan tingkatkan karena komunikasi yang paling penting,” ujar Andika.(Omi/ASus)
,







Komentar