oleh

Menko PMK: Iduladha Momen Istimewa untuk Mengingat Pengorbanan dan Ketaatan

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan bahwa Hari Raya Iduladha merupakan momen istimewa yang mengingatkan umat Muslim pada pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS.

Hal ini disampaikannya saat memberikan ceramah pada kegiatan silaturahmi Hari Raya Iduladha 1445H, yang dihadiri oleh seluruh pegawai Kemenko PMK di halaman depan Kantor Kemenko PMK pada Rabu (19/6).

Muhadjir menegaskan bahwa Iduladha adalah teladan tentang ketaatan, keikhlasan, dan pengorbanan yang tinggi dalam menjalankan perintah Allah SWT. “Semua yang telah terjadi pada apa yang dilakukan Nabi Ibrahim AS adalah bagian dari sejarah, terutama sejarah kenabian yang kemudian peristiwanya itu dipanggungkan kembali dijadikan suri tauladan untuk kita semua,” ujarnya.

Dalam ceramahnya, Menko PMK menyampaikan dua hikmah yang bisa dipetik dari Iduladha. Pertama, Iduladha dan berkurban bagi setiap Muslim merupakan wujud bertaqarub kepada Allah, yang mengandung makna ruhaniah tentang ajaran kepasrahan diri. Ini menjadikan setiap kaum beriman meneguhkan jiwa ketauhidan untuk selalu taat kepada Allah SWT. “Sekaligus merawat setiap perilaku agar tetap lurus di jalan benar dan tidak terjerembab ke jurang kebathilan,” lanjutnya.

Hikmah kedua adalah bentuk ketundukan. Muhadjir menjelaskan bahwa setiap Muslim harus mampu menaklukkan egoisme diri yang merasa diri benar sendiri, serta sikap merendahkan dan menzalimi. Menurutnya, ketercapaian hal ini harus dilandasi oleh jiwa tauhid dalam spirit Iduladha dan kurban. “Termasuk ego yang bernafsu menumpuk kekayaan untuk kepentingan diri atau segelintir orang, yang menyebabkan kesenjangan dan kesengsaraan sesama. Itu semua merupakan perilaku yang harus dihindari,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Menko PMK juga mengajak seluruh keluarga besar Kemenko PMK untuk mempererat tali silaturahmi. Dia menerangkan bahwa silaturahmi bukan hanya sekedar bertemu dan berkumpul, tetapi juga tentang bagaimana saling mendukung, membantu, dan menguatkan dalam kebaikan. Muhadjir mengutip sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Dengan silaturahmi, kita dapat memperkuat persaudaraan, menumbuhkan rasa kepedulian sosial, dan membangun lingkungan sosial yang harmonis dan saling mendukung dalam bekerja,” ujarnya.

Menko PMK mengajak seluruh keluarga besar Kemenko PMK untuk menjadikan momen Iduladha ini sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan dan membangun kebersamaan yang lebih kuat. “Saya mengucapkan selamat Idul Adha 1445 H. Mari terus berusaha untuk meneladani hikmah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Selamat kembali bekerja setelah menikmati libur cuti bersama dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dan rahmat-Nya kepada kita semua,” tutupnya.

Dalam kesempatan Iduladha tahun ini, Masjid Nurussalam Kemenko PMK melakukan pemotongan hewan kurban sebanyak 6 ekor, terdiri dari 1 ekor sapi dan 5 ekor kambing. Menko PMK juga menyerahkan secara simbolis daging kurban dan bantuan sembako untuk pengurus kantor Kemenko PMK mulai dari Office Boy (OB), Mechanical Engineer (ME), Security, hingga Gardener. (din)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *