POSKOTA.CO-Stroke menjadi jenis penyakit yang mematikan nomor 3 di dunia. Penyakit tersebut juga menjadi penyumbang cacat nomor satu di dunia.
“Menjaga pola hidup sehat untuk mencegah terjadinya serangan stroke sangat penting. Terlebih bagi kelompok masyarakat yang memang memiliki risiko tinggi stroke,” kata dr. Gilbert Tangkudung, Sp.S(K) FINS, dokter spesialis neurologi di Siloam Hospital Manado.
Hal itu diungkapkn saat menjadi narasumber pada acara Health Talk yang digelar secara daring. Ia menjelaskan, pada dasarnya stroke dibagi menjadi 2 tipe yakni stroke penyumbatan dan stroke perdarahan.
Stroke penyumbatan merupakan stroke yang terjadi akibat penyumbatan bekuan darah yang dapat menyebabkan kematian jaringan otak yang permanen (Infark). Sedang stroke perdarahan otak, yaitu pecah atau robeknya pembuluh darah sehingga darah keluar dari pembuluh darah dan menekan jaringan otak.
“Jenis stroke yang paling sering terjadi adalah stroke Iskemik atau sumbatan yang disebabkan karena pembuluh darah yang tersumbat karena bekuan aliran darah. Kemudian stroke memoragik (berdarah) yang terjadi karena pecahnya pembuluh darah,” jelas dr Gilbert.
Ia mengingatkan sejatinya faktor risiko stroke bisa diklasifikasikan menjadi dua bagian. Pertama faktor risiko yang tidak dapat diubah seperti usia (umumnya di atas 55 tahun), jenis kelamin (terumata pria) dan ras tertentu termasuk genetic atau riwayat dari keluarga.
Sedang faktor kedua berhubungan dengan perilaku atau gaya hidup. Faktor risiko ini bisa diubah jika masyarakat mau mengubah pola gaya hidup menjadi gaya hidup yang sehat. Faktor risiko yang berkaitan dengan gaya hidup antara lain hipertensi, diabetes melitus, obesitas, pasca stroke, kurangnya aktivitas fisik, penyalahgunaan obat, migrain, dan rokok.
Adapun gejala stroke antara lain salah satu sisi mulut dan wajah penderita terlihat turun, lengan atau kaki mengalami kelumpuhan atau sakit saat diangkat, kesemutan tubuh sesisi, bicara menjadi kacau dan tidak jelas. Selain itu, muncul kesulitan memahami orang berbicara, hilang keseimbangan atau koordinasi tubuh, pandangan ganda dan menjadi kabur serta terjadi peningkatan tekanan darah yang mendadak.
Stroke sendiri lanjut dr Gilbert sebenarnya dapat diobati. Untuk stroke jenis perdarahan dapat dilakukan metode operasi dan konservatif. Sedang untuk jenis stroke penyumbatan dapat diobati dengan memberikan Trombolisis Intravena (<4,5 jam), yaitu alat yang melarutkan bekuan darah dan Trombektomi Mekanikal (<24 jam), yaitu alat untuk menarik keluar bekuan darah.
Diakhir sesi dr. Gilbert mengimbau agar peserta dapat menjaga pola hidup sehat, aktivitas yang cukup dan konsumsi nutrisi yang seimbang.(*/fs)







Komentar