JAKARTA – Setelah melaksanakan Cocktail Party di atas kapal yang tengah bersandar di Dermaga Kolinlamil Jakarta, KRI Bima Suci di bawah pimpinan Letkol Laut (P) Hastaria Dwi Prakoso melanjutkan pelayaran menuju etape keduanya ke Singapura. Keberangkatannya dilepas langsung oleh Gubernur Akademi TNI AL (AAL) Laksamana Muda TNI Supardi di dermaga, Selasa (06/08) kemarin.
KRI Bima dijadwalkan akan berlabuh di Changi Naval Base Singapore pada tanggal 9 Agustus 2024 mendatang. Pada pelayaran ini KRI Bima Suci tidak hanya membawa para Taruna AAL Angkatan ke-71 saja yang akan melaksanakan Latihan Praktek (Lattek) Kartika Jala Krida 2024, namun juga membawa Kadet Asean Plus Cadet Sail (APCS) 2024 yang berasal dari 18 Negara termasuk Indonesia.
Pelayaran ini merupakan fase kedua dari para Kadet APCS 2024, di mana fase pertama ialah pelayaran dari Surabaya menuju Jakarta. Dalam pelayaran ini para Taruna AAL dan Kadet APCS akan melaksanakan pelajaran kelas dan juga praktek langsung di atas kapal latih.
Dalam sambutannya saat melepas pelayaran tersebut, Gubernur AAL menyampaikan kepada para tparuna untuk menjalankan semua latihan yang diberikan di atas kapal latih kebanggaan TNI AL ini dengan baik, menjaga nama baik Indonesia dan menjalin hubungan baik saat berada di luar negeri nanti.
“Laksanakan tugas dan tanggung jawab dengan seksama serta menunjukkan sikap dan perilaku terpuji yang mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia. Jalin hubungan baik dengan penuh persahabatan terhadap masyarakat nasional dan internasional dengan semangat Seaman Brotherhood,” ujar Gubernur AAL.
Berbagai kegiatan akan dilakukan oleh para taruna nantinya, salah satunya adalah kegiatan Mandi Khatulistiwa, di mana kegiatan mandi garis khatulistiwa merupakan tradisi pelaut dunia ketika melintasi Equator atau yang dikenal dengan sebutan garis khatulistiwa untuk pertama kalinya.
Dalam kesempatan tempat terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan bahwa peran serta TNI AL dalam pelayaran muhibah diplomasi merupakan implementasi dari cita-cita bangsa Indonesia untuk menciptakan persahabatan dan memperkenalkan budaya kepada dunia. (rel/jo)







Komentar